Showing posts with label KIMIA KLINIK. Show all posts
Showing posts with label KIMIA KLINIK. Show all posts

22 June 2012

Uji Kadar Kolesterol Total Serum


Uji Kadar Kolesterol Total Serum
12.1          Tujuan
Untuk menentukan kadar kolesterol total dalam serum.

12.2          Metode yang Digunakan
Metode yang digunakan dalam penentuan kadar bilirubin baik bilirubin total atau bilirubin direct yaitu Liberman-Burchard.

12.3          Prinsip Pemeriksaan
Kolesterol merupakan sterol yang paling banyak terdapat dalam badan manusia, terutama pada otak, jaringan syaraf, cairan empedu dan darah. Senyawa ini merupakan penyusun utama batu empedu. Kolestrol banyak dijumpai pada lemak binatang, tetapi tidak pernah ditemukan pada lemak tumbuhan. Tumbuhan mempunyai sterol yang disebut fitosterol.
Read more »

Uji Kadar Kreatinin Serum : Metode Jaffe


Uji Kadar Kreatinin Serum : MetodeJaffe
11.1          Tujuan
Untuk menetapkan kadar kreatinin pada serum atau plasma jernih

11.2          Metode yang Digunakan
Metode Jaffe

11.3          Prinsip Pemeriksaan
Reaksi antara kreatinin dengan asam pikrat dalam suasana basa akan membentuk kompleks kreatinin pikrat yang berwarna kuning jingga yang kadarnya dapat diukur dengan spektrofotometer visible pada panjang gelombang 545 nm.

Read more »

Uji Kadar Ureum Serum : Metode Bertholet


 Uji Kadar Ureum Serum : MetodeBertholet
10.1          Tujuan
Menetapkan kadar ureum dalam serum atau plasma dengan metode Bertholet.

10.2          Metode yang Digunakan
Metode Bertholet

10.3          Prinsip Pemeriksaan
Urea dalam sampel dengan bantuan enzim urease akan menghasilkan amonia dan karbondioksida. Setelah dicampur dengan pereaksi I dan II akan terjadi reaksi yang menghasilkan suatu kompleks yang absorbansinya akan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis.
Urea adalah molekul kecil dengan struktur kimia sebagai berikut :
                                                                          O
Urea berdifusi bebas masuk ke dalam cairan intrasel dan ekstrasel.
Read more »

Uji Kadar Glukosa Darah : Metode O-Toluidin


 Uji Kadar Glukosa Darah : MetodeO-Toluidin
9.1              Tujuan
Untuk menetapkan kadar glukosa dalam darah dengan cara O-Toluidin

9.2              Metode yang Digunakan
Metode O-Toluidin

9.3              Prinsip Pemeriksaan
Secara garis besar ada dua cara penetapan kadar glukosa darah dalam kimia klinik, yaitu cara kimiawi dan cara enzimatik. Metode yang paling banyak digunakan saat ini adalah metode enzimatik. Metode enzimatik dapat menggunakan beberapa enzim seperti enzim heksokinase, enzim glukosa oksidase, dan enzim glukosa dehidrogenase.
Read more »

Tes Glukosa Urine : Fehling & Benedict


1.      Tes Glukosa Urine : Fehling &Benedict
8.1              Tujuan
Untuk memeriksa adanya kandungan glukosa dalam sampel urine.

8.2              Metode yang Digunakan
Tes glukosa urine dilakukan dengan menggunakan metode fehling.

8.3              Prinsip Pemeriksaan
Dalam suasana alkali, glukosa mereduksi kupri menjadi kupro kemudian membentuk Cu2O yang mengendap dan berwarna merah. Intensitas warna merah dari ini secara kasar menunjukkan kadar glukosa dalam urine yang diperiksa.

Read more »

Uji Kadar Bilirubin Total & Direk : Metode Jendrassik & Grof


7.1              Tujuan
1. Untuk menentukan total bilirubin di dalam serum.
2. Untuk menentukan kadar direct bilirubin di dalam serum uji.

7.2              Metode yang Digunakan
Metode yang digunakan dalam penentuan kadar bilirubin baik bilirubin total atau bilirubin            direct yaitu Jendrassik & Grof.
Read more »

Uji Kadar γ-Globulin : Metode Biuret


1.      Uji Kadar γ-Globulin : Metode Biuret
6.1            Tujuan
Untuk menentukkan kadar gamma globulin dalam darah dengan metode Biuret.

6.2            Metode yang Digunakan
Metode Biuret

6.3            Prinsip Pemeriksaan
Reagen biuret bereaksi dengan gamma globulin (protein) melalui ikatan peptide dan membentuk kompleks berwarna violet. Intensitas warna yang dihasilkan sebanding dengan kadar gamma globulin dalam sampel. Intensitas warna diukur dengan metode kalorimetri menggunakan spektrofotometer.
Read more »

Uji Kadar Albumin Serum : Metode Biuret


Uji Kadar Albumin Serum : Metode Biuret
5.1              Tujuan
Untuk mengetahui kadar albumin dalam serum atau plasma degan metode biuret
5.2              Metode yang Digunakan
 
5.3              Prinsip Pemeriksaan
Serum atau plasma yang mengandung albumin bila direaksikan dengan pereaksi biuret maka akan terbentuk kompleks berwarna biru atau ungu yang dapat diukur absorbansinya dengan spektrofotometri visible pada panjang gelombang 540-546 nm. Pada praktikum ini, panjang gelombang yang digunakan adalah 546 nm.
Read more »

Uji Kadar Total Protein Serum : Metode Biuret


  Uji Kadar Total Protein Serum : Metode Biuret
4.1              Tujuan
Untuk mengetahui kadar protein dalam serum/plasma dengan menggunakan metode biuret.

4.2              Metode yang Digunakan

4.3              Prinsip Pemeriksaan
Terbentuknya senyawa kompleks berwarna ungu antara protein dalam serum/plasma dengan reagen biuret. Semakin pekat warna ungu yang dihasilkan maka kandungan protein yang terdapat dalam serum/plasma akan semakin tinggi. Kompleks yang terbentuk adalah kompleks koordinasi antara ion Cu2+ dengan gugus –CO dan –NH dari rantai peptide protein.
Read more »

Uji Kuantitatif Protein Urine : Tes Esbach


 Uji Kuantitatif Protein Urine : Tes Esbach
3.1              Tujuan
Untuk mengetahui angka protein loss dalam urin dengan metode Esbach.

3.2              Metode yang Digunakan
Tes Esbach

3.3              Prinsip Pemeriksaan
Asam pikrat dapat mengendapkan protein dan endapan ini dapat diukur secara kuantitatif.

Read more »

KIMIA KLINIK Uji Kualitatif Protein Dalam Urine


1.      Uji Kualitatif Protein Dalam Urine
2.1              Tujuan
Untuk mengetahui ada atau tidaknya protein dalam urin dengan metode tes rebus dan tes carik celup urine.

2.2              Metode yang Digunakan
Tes Rebus dan Tes Carik Celup Urine

2.3              Prinsip Pemeriksaan
Uji kualitatif protein dalam urine dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu tes rebus, reaksi heller, dan dengan SSA (sulfosalicylic acid).
Read more »

KIMIA KLINIK Pemeriksaan Sampel Urin (Organoleptis, Berat Jenis, pH)


1.      Pemeriksaan Sampel Urin (Organoleptis, Berat Jenis, pH)
1.1              Tujuan
Untuk mengetahui organoleptis, berat jenis, dan pH dari urin sampel

1.2              Prinsip Pemeriksaan
1.2.1        Organoleptis Urine
a.      Warna Urin
Urin normal yang baru dikeluarkan tampak jernih sampai sedikit berkabut dan berwarna kuning oleh pigmen urokrom dan urobilin. Intensitas warna sesuai dengan konsentrasi urine; urin encer hamper tidak berwarna, urin pekat berwarna kuning tua atau sawo matang.
Kelainan pada warna, kejernihan, dan kekeruhan dapat mengindikasikan kemungkinan adanya infeksi, dehidrasi, darah di urin (hematuria), penyakit hati, kerusakan otot atau eritrosit dalam tubuh. Obat-obatan tertentu dapat mengubah warna urin. Beberapa keadaan yang menyebabkan warna urin adalah :
Read more »

9 June 2012

KIMIA KLINIK RAPID TEST UNTUK KOLESTEROL


Definisi Umum
Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks yang 80 % dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20 % sisanya dari luar tubuh (zat makanan) untuk bermacam-macam fungsi di dalam tubuh, antara lain membentuk dinding sel dan membuat hormon- hormon tertentu. Bila kolesterol di dalam tubuh berlebihan, maka kolesterol akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah yang disebut sebagai plak aterosklerosis. Kondisi ini bila semakin bertambah parah dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Kadar kolesterol total yang ideal adalah 140-200 mg/dL atau kurang. Jika kadar kolesterol total mendekati 300 mg/dL, maka resiko terjadinya serangan jantung adalah lebih dari 2 kali. Kolesterol tidak larut dalam cairan darah, untuk itu agar dapat dikirim ke seluruh tubuh perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut Lipoprotein, yang dapat dianggap sebagai ‘pembawa’ (carier) kolesterol dalam darah (Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan dan Kesehatan, 2009).
Read more »

PENETAPAN TOTAL PROTEIN SERUM DENGAN METODE BIURET


I.                   Prinsip
Prinsip penetapan kadar protein dalam serum dengan metode Biuret adalah pengukuran serapan cahaya kompleks berwarna ungu dari protein yang bereaksi dengan pereaksi biuret dimana, yang membentuk kompleks adalah protein dengan ion Cu2+ yang terdapat dalam pereaksi biuret dalam suasana basa. Semakin tinggi intensitas cahaya yang diserap oleh alat maka semakin tinggi pula kandungan protein yang terdapat di dalam serum tersebut.

Read more »

PEMERIKSAAN ALBUMIN DALAM SERUM DENGAN METODE BCG (Bromocerol Green)


I.                   Prinsip
Prinsip penetapan kadar gula darah dengan O-toluidin adalah berdasarkan pada pengendapan protein darah dengan asam trikloroasetat. Pada saat dipusingkan akan terlihat bagian yang mengendap, bagian tersebut adalah protein darah dan cairan yang ada di atas bagian yang mengendap mengandung gula yang akan diperiksa dengan menambahkan o-toluidin dalam asam asetat glasial, lalu dipanaskan. Saat dipanaskan, gula akan berkonjugasi dengan o-toluidin dalam asetat panas dengan memberikan warna biru kehijauan. Kemudian absorbansinya dapat diukur pada spektrofotometer UV-Vis untuk dihitung kadar glukosa dalam darah (Widowati dkk, 1997).

Read more »