BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Kedelai telah menunjukan beberapa keuntungan kesehatan yang disebabkan karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan kandungan fitokimianya. Kedelai tidak hanya kaya protein, tetapi mengandung mineral yang berguna seperti, kalsium, besi, dan serat terlarut. Protein kedelai memenuhi kebutuhan protein pada manusia. Protein dan isoflavon dari kedelai telah terbukti menurunkan resiko penyakit jantung dan sebagai antikanker.
Isoflavon merupakan bagian dari kelompok flavonoid. Isoflavon ditemukan sebagian besar pada kacang kedelai dan memiliki struktur kimia yang hampir sama dengan hormon estrogen. Isoflavon utama yang ditemukan pada kacang kedelai adalah genistein dan daidzein. Karena strukturnya yang mirip dengan estrogen dan dapat berinteraksi dengan reseptor estrogen lain, isoflavon dari kedelai sering digunakan sebagai fitoestrogen (McCuey, 2004)
Struktur isoflavon kedelai yang mirip dengan estrogen dan kemudahannya untuk berinteraksi dengan estrogen reseptor membuat isoflavon ini diduga bermanfaat dalam mengatasi sistem somatik, perasaan, dan hal-hal yang berhubungan dengan menopause. Mengkonsumsi suplemen fitoisoflavon telah terbukti dapat berpengaruh pada gejala premenopause. Isoflavonoid dari kedelai juga berpotensi sebagai sarana alternatif dalam terapi kesehatan jangka panjang yang berhubungan dengan menopause dan khususnya osteoporosis (McCuey, 2004).
Blog RSS Feed
Via E-mail
Twitter
Facebook