Showing posts with label farmakologi. Show all posts
Showing posts with label farmakologi. Show all posts

3 February 2012

ED50 Diazepam


Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui ED50 diazepam pada mencit. Injeksi diazepam yang digunakan merupakan larutan steril diazepam dalam pelarut yang sesuai.  Dalam studi farmakodinamik, indeks terapi suatu obat dinyatakan dalam rasio sebagai berikut:
Text Box: INDEKS TERAPI = LD50/ED50           
        
         Pada praktikum ini, diazepam yang digunakan dibagi dalam empat kelompok dosis yang berbeda yaitu 1,25 mg, 0,625 mg, 0,312 mg, dan 0,156 mg. Masing-masing dosis tersebut diinjeksikan pada empat ekor mencit sebanyak 1 cc. Berdasarkan hasil pengamatan  setelah 15 menit, mencit diinjeksikan diazepam 1 cc dengan dosis 1,25 mg keempat mencit tertidur. Dan 0,625 mg menunjukkan
Read more »

2 February 2012

Farmakologi ED50

I.       Dasar Teori
Tujuan dari terapeutik adalah mencapai efek terapi yang diinginkan dengan efek merugikan yang minimal. Seorang dokter harus mengetahui potensi farmakologik relatif dan efikasi maksimal dari obat-obatan dalam hubungannya dengan efek terapeutik yang diinginkan untuk memilih di antara banyak obat dan menentukan dosis yang tepat dari suatu obat. Dosis terapi yang menimbulkan efek terapi pada 50% individu atau binatang percobaan disebut dosis terapi median/ median lethal dose  (LD50) ialah dosis kematian pada 50% individu atau bianatang percobaan.
Read more »

ANESTESI LOKAL FARMAKOLOGI



 I.PENDAHULUAN
Anestetik lokal ialah obat yang menghasilkan blokade konduksi atau blokade lorong natrium pada dinding saraf secara sementara terhadap rangsang transmisi sepanjang saraf, jika digunakan pada saraf sentral atau perifer. Anestetik lokal setelah keluar dari saraf diikuti oleh pulihnya konduksi saraf secara spontan dan lengkap tanpa diikuti oleh kerusakan struktur saraf. (Sari, 2009)
Anestetik lokal menghilangkan penghantaran saraf ketika digunakan
Read more »

10 December 2011

HAY FEVER


1.      Pengertian Hay Fever
Hay fever atau sering disebut dengan rhinitis alergi merupakan suatu reaksi alergi yang umumnya ditandai dengan gatal, bengkak, mata merah dan cenderung berair serta gejala hidung tersumbat. Dalam hal ini terjadi respon imun berlebih terhadap benda asing di udara pada saat kita bernapas. Hay fever selalu diidentikkan dengan alergi yang terjadi diluar ruangan (outdoor) atau material di udara seperti serbuk sari bunga (pollen) dan jamur.
Berdasarkan penelitian, sekitar 15-20% dari polupasi di Amerika Serikat memiliki kemungkinan mengalami hay fever. Hal ini ditemukan baik pada wanita dan juga pada pria. Suatu ciri khas dari Hay fever ini adalah kemunculannya hanya pada musim-musim tertentu dan pada saat berkerja diluar kota. Hay fever sering terjadi pada musim semi dan musim gugur. Walaupun umumnya hay fever terjadi secara ‘musiman’, tetapi gejala  ini dapat terjadi sepanjang tahun jika allergennya tetap berada sepanjang tahun (Anonim a).

Read more »

SORE THROAT



I. Pengertian
Sore throat merupakan infeksi akut saluran nafas atas yang merusak mukosa saluran nafas dari tenggorokan. Gejala sore throat dapat ditemukan pada berbagai kondisi medis seperti influenza atau infeksi virus lainnya, infeksi tenggorokan oleh bakteri group A beta hemolyticus Streptococcus (GABHS) yang lebih dikenal dengan strep throat, dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) lainnya.
Sore throat adalah sakit tenggorokan berat yang terjadi dalam epidemik, biasanya disebabkan oleh streptococcus pyogenesis dengan hyperemia lokal yang hebat dengan atau tanpa eksudat keabu-abuan dan pembesaran kelenjar limfe leher (anonym a,1998).
Selain oleh infeksi, sore throat juga dapat disebabkan kebiasaan bernapas melalui mulut, alergi, terperangkapnya benda asing seperti tulang ikan di tenggorokan, polusi udara, minuman beralkohol, atau rokok.2,3 Dari berbagai penyebab tersebut, penyebab tersering adalah infeksi virus. Bakteri penyebab sore throat  tersering adalah GABHS, pada sekitar 15-30% kasus. Sore throat juga dapat disebabkan karena adanya infeksi yang meliputi gangguan gastro esophagus, iritasi fisika dan kimia yang disebabkan karena merokok dan hay fever
Read more »

7 December 2011

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)



Penyakit kelamin (Veneral Diseases) sudah lama dikenal dan beberapa diantaranya sangat poluler di Indonesia yaitu sifilis dan gonore. Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan, seiring dengan perkembangan peradaban masyarakat, banyak ditemukan penyakit-penyakit baru, sehingga istilah tersebut tidak sesuai lagi dan diubah menjadi Sexually Transmitted Diseases (STD) atau penyakit Menular Seksual (PMS).
            Perubahan istilah tersebut memberi dampak terhadap spektrum PMS yang semakin luas karena selain penyakit-penyakit yang termasuk dalam kelompok Penyakit Kelamin (VD) yaitu
Read more »

DIARE


DIARE
a. Definisi
Diare adalah suatu gejala klinis dari gangguan pencernaan (usus) yang ditandai denganbertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya dan berulang-ulang yang disertai adanya perubahan bentuk dan konsistensi feses menjadi lembek atau cair. (Harianto, 2004)
b. Manifestasi kilinis
*      Sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair atau encer
*      Terdapat tanda dan gejala dehidrasi; turgor kulit jelek (elastisitas kulit menurun), ubun-ubun dan mata cekung, membran mukosa kering
*      Keram abdominal
*      Demam
*      Mual dan muntah
*      Anorexia
*      Lemah
Read more »

DANDRUFF (KETOMBE)



I.       PENGERTIAN
Dandruff (ketombe) atau pitriasis capitis merupakan kelainan pada kulit kepala berambut dimana terjadi pelepasan sel-sel kulit kepala yang sudah mati dan kotoran dari pori-pori kulit kepala dalam jumlah berlebihan yang berbentuk serpihan lembut berwarna perak keabu-abuan, kadang disertai rasa gatal (Anonim 1, 2009). Menurut Nathan (1998), ketombe adalah kondisi kronis dari kulit kepala tanpa disertai dengan peradangan yang terjadi akibat adanya kelebihan pelepasan sel-sel mati dari kulit kepala yang berbentuk serpihan dimana kadang-kadang disertai rasa gatal dan kemerahan pada kulit kepala. Sebenarnya terlepasnya sel-sel kulit mati tersebut merupakan hal yang normal, tetapi ketika terjadi gangguan dimana pengelupasan terjadi secara berlebihan, tentu saja perlu untuk dikhawatirkan.
Read more »

Therapeutic Drug Monitoring Digoksin Pada Penderita Gagal Jantung Kongestif


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
TDM adalah proses pemantauan kadar obat di dalam darah. TDM dilakukan untuk mengukur kadar obat dalam darah, sehingga dosis obat yang paling efektif dapat ditentukan dan dosis toksis dapat dihindari. Fungsi pelayanan TDM adalah memilih obat, merancang aturan dosis, menilai respon penderita, menentukan perlunya pengukuran obat dalam serum, dan menetapkan kadar obat dalam serum tersebut. TDM dilakukan pada kasus yaitu pada pemberian obat yang paten pada penderita dimana kadar obat dalam plasma harus dipertahankan agar tetap berada pada konsentrasi terapetik. Karena setiap penderita memiliki perbedaan dalam proses absorpsi, distribusi dan eleminasi obat maka perlu dilakukan TDM untuk menilai respon penderita terhadap aturan dosis yang dianjurkan (Shargel L, 2005).
Interaksi obat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi respon tubuh terhadap pengobatan. Interaksi obat dianggap penting secara klinis jika berakibat meningkatkan toksisitas dan atau mengurangi efektifitas obat yang berinteraksi sehingga terjadi perubahan pada efek terapi.
Read more »

26 November 2011

MIOTIKA DAN MIDRIATIKA farmakologi toksikologi


 
I.       TUJUAN
1.      Mengetahui efek obat-obat miotika dan midriatika.
2.      Mengetahui golongan obat yang menyebabkan miosis dan midriasis.

II.    DASAR TEORI
Bola mata berdiameter ±2,5 cm dimana 5/6 bagiannya terbenam dalam rongga mata, dan hanya 1/6 bagiannya saja yang tampak pada bagian luar. Mata adalah suatu struktur sferis berisi cairan yang dibungkus oleh tiga lapisan yaitu Tunica Vibrosa, Tunica Vasculosa, dan Tunica Nervosa. Tunica vibrosa terdiri dari sklera, sklera merupakan lapisan luar yang sangat kuat. Sklera berwarna putih putih, kecuali di depan. Pada lapisan ini terdapat kornea, yaitu lapisan yang berwarna bening dan berfungsi untuk menerima cahaya masuk kemudian memfokuskannya. Untuk melindungi kornea ini, maka disekresikan air mata sehingga keadaannya selalu basah dan dapat membersihkan dari debu. Tunica vasculosa merupakan bagian tengah bola mata, urutan dari depan ke belakang terdiri dari iris, corpus ciliaris dan koroid. Koroid merupakan lapisan tengah yang kaya akan pembuluh darah,
Read more »