Showing posts with label Mikrobiologi pharmacy. Show all posts
Showing posts with label Mikrobiologi pharmacy. Show all posts

14 February 2012

MIKROBIOLOGI FARMASI STERILISASI SWAB UV |PEMBAHASAN | LAPORAN |


I. PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
            Di kehidupan kita sehari-hari secara langsung maupun tak langsung kita selalu terpapar oleh berbagai macam mikroorganisme. Mikroorganisme yang merugikan harus kita kontrol pertumbuhan maupun aktivitasnya. Sebab-sebab diperlukan kontrol terhadap mikroorganisme adalah untuk mencegah penyebaran penyakit, mencegah kontaminasi dan pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan. Kontrol yang dilakukan salah satunya dengan sterilisasi. (Kawuri dkk, 2007)
Steril berarti bebas dari mikroba baik patogen maupun tidak. Tindakan untuk membuat suatu benda menjadi steril disebut sterilisasi (Entjang, 2003). Sterilisasi merupakan suatu proses membebaskan peralatan atau bahan dari mikroorganisme yang tidak dikehendaki. Ada beberapa macam sterilisasi, yaitu sterilisasi
Read more »

Makroskopi dan Mikroskopi macam-macam Jamur Mikrobiologi

Makrokopik dan Mikroskopik macam-macam Jamur Mikrobiologi

DOWNLOAD SELENGKAPNYA
Read more »

26 November 2011

MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS SEBAGAI PENYEBAB PENYAKIT TUBERCULOSIS MIKROBIOLOGI


PENDAHULUAN
Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil dan hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop. Mikroorganisme terdapat dimana-mana. Interaksinya dengan sesame mikroorganisme ataupun organisme lain dapat berlangsung dengan cara yang aman dan menguntungkan maupun merugikan (Pratiwi, 2008).
Mikroorganisme di dunia ini ada yang menguntungkan dan ada juga yang merugikan. Mikroorganisme yang menguntungkan dapat kita manfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan hidup manusia. Akan tetapi, banyak juga mikroorganisme yang tidak menguntungkan kita yaitu
Read more »

Vibrio cholerae MIKROBIOLOGI


Vibrio cholerae


1. PENDAHULUAN
Vibrio cholerae adalah salah satu bakteri yang termasuk dalam famili Vibrionaceae selain dari Aeromonas dan Plesiomonas, dan merupakan genus dari Vibrio (Amelia, 2005). Vibrio cholerae pertama kali diisolasi sebagai penyebab penyakit kolera oleh seorang ahli anatomi Italia, Fillipo Pacini pada tahun 1854. Tetapi penemuannya tersebut tidak terlalu dikenal oleh dunia. Lalu baru pada tahun 1884, melalui penelitian Robert Koch dunia mengenal bakteri tersebut. Vibrio cholerae banyak ditemukan di permukaan air yang terkontaminasi dengan feses yang mengandung kuman tersebut.
Read more »

8 September 2011

LAPORAN PRAkTIKUM MIKROBIOLOGI LAUT “STERILISASI, PEMBUATAN MEDIA, ISOLASI, DAN PENANAMAN MIKROBA”

BAB I
MATERI DAN METODE
1.1.        Alat dan Bahan
1.1.1.   Alat
o   Tabung reaksi
o   Cawan petri
o   Enlenmeyer
o   Bunsen
o   Mikropipet
o   Kapas
o   Jarum ose
o   Spider

1.1.2.   Bahan
o   Air laut murni
o   Media Na
o   Bakteri laut
o   Al kohol

Read more »

PATOGENITAS BAKTERI ( FLORA NORMAL , BAKTERI G+, BAKTERI G - ) BATANG GRAM NEGATIF- ENTEROBACTERIACEAE mikrobiologi farmasi

PATOGENITAS BAKTERI ( FLORA NORMAL , BAKTERI G+, BAKTERI G - )  BATANG  GRAM NEGATIF- ENTEROBACTERIACEAE  mikrobiologi farmasi
Bakteri  ini sering disebut sebagai bakteri enterik, karena hidupnya yang pada keadaan normal beada dalam usus besar manusia dan hewan selain itu juga ditemukan pada tanah dan air.
Sebagian besar bakteri ini tidak menimbulkan penyakit pada host bila berada di dalam usus besar, tetapi  pada keadaan-keadaan dimana terjadi perubahan pada host atau bila ada kesempatan memasuki pada tubuh bagian lain, maka banyak baketri ini mampu menimbulkan penyakit pada tiap jaringan tubuh manusia.

Read more »

FLORA MIKROBIA NORMAL PADA MANUSIA mikrobiologi pharmacy


PERAN FLORA TETAP
                                                                             
Sifat Komensial
Pertumbuhan tergantung faktor : suhu, kelembaban, nutrisi serta zat2 penghambat.
Peran : untuk mempertahankan kesehatan dan hidup secara normal.
Eg : - pencernaan : mensintesis vitamin K dan penyerapan berbagai zat 
   makanan.
- Selaput lendir (mukosa) dan kulit : dapat mencegah kolonisasi 
   bakteri patogen dan mencegah penyakit akibat gangguan bakteri.
            Mekanisme :
-          Kompetisi pada reseptor
-          Kompetisi zat makanan
-          Penghambatan produk metabolik/racun
-          Penghambatan zat antibiotik/bakteriosin
Flora normal patogen ??
Non inuasive : penghalang/hambatan dihilangkan (dr lingkungan) = inuasive
Eg : Streptococcus viridans : sal nafas atas = tonsilektomi = endokarditis infektif
= Dapat menimbulkan penyakit jika berada pada lokasi yang asing dalam jumlah yang banyak dan jika terdapat faktor – faktor predisposisi.

FLORA NORMAL PADA KULIT

Read more »

25 June 2011

PEMERIKSAAN KUALITAS AIR MINUM


MIKROBIOLOGI FARMASI

PEMERIKSAAN KUALITAS AIR MINUM


 

 
I. PENDAHULUAN

 
1.1. Latar Belakang
    Mengingat bahwa air minum yang digunakan kemungkinan mengandung bakteri patogen maka sebelum digunakan harus diperiksa terlebih dahulu, sebab air minum harus bebas dari bakteri-bakteri patogen tersebut. Untuk pemeriksaan tersebut diperlukan pengujian bakteriologis air di laboratorium. Pengujian ini dapat menentukan air yang diperiksa tersebut mengandung bakteri patogen atau tidak. Dalam prakteknya pengujian air secara bakteriologis untuk menentukan ada tidaknya bakteri bentuk coli (Suriaman dan Juwita, 2008).
Read more »

LAPORAN PEMERIKSAAN JAMUR


Berdasarkan praktikum pemeriksaan jamur yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa secara makroskopis jamur yang ditemukan dalam sampel tempe berupa koloni berwarna putih, dengan warna sebalik koloni berwarna kuning. Sedangkan untuk pengamatan mikroskopis dapat dilihat dalam gambar berikut. Keterangan selengkapnya dimuat dalam lampiran.
Gambar 1. Jamur Dalam Sampel Tempe
Read more »

21 April 2011

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI FARMASI PEWARNAAN SEL BAKTERI


I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Mikroorganisme yang ada dialam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas, begitu pula dengan bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air. Supaya bakteri dapat dilihat dengan mudah dan dipalajari maka tingkat sel kontras itu dapat ditingkatkan dengan cara pewarnaan. Salah satu cara untuk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah untuk diidentifikasi ialah dengan metode pengecatan atau pewarnaan (Wahyuningsih, 2008).
Read more »

15 April 2011

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI FARMASI ENUMERASI DAN ISOLASI



1.1. Latar Belakang
Enumerasi adalah teknik perhitungan jumlah mikroba dalam suatu media tanpa mengidentifikasikan jenis mikroba (bakteri, jamur, yeast), yang bertujuan untuk menentukan jumlah sel dari suatu kultur bakteri secara kuantitatif (Rosalia, 2010). Penetapan jumlah bakteri dilakukan dengan menghitung jumlah sel bakteri yang mampu membentuk koloni di dalam media biakan atau membentuk suspensi dalam larutan biak (Schlegel & Schmidt, 1994). Analisis kuantitatif mikrobiologi pada bahan pangan ini penting dilakukan untuk mengetahui mutu bahan pangan dan menghitung proses pengawetan yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut (Fardiaz, 1992).
Read more »