Showing posts with label Kimia analisis pharmacy. Show all posts
Showing posts with label Kimia analisis pharmacy. Show all posts

17 May 2012

Identifikasi morfin | Pemilihan fase gerak | Struktur Morphine


MORFIN
      Sinonim : morfia. Morfin merupakan obat analgetik narkotika yang berasal dari alkaloid tumbuhan Papaver somniverum (tanaman opium) dengan nama kimia (5α,6α)-7,8-didehidro-4,5-epoksi-17-metilmorfin-3,6-diol monohidrat. Alkaloid utama dari opium dengan rumus kimia C17H19NO3,H2O (BM : 303.4 gram/mol). Pemerian berupa bubuk kristal putih atau kristal tak berwarna acicular atau putih. M.p. 254 °C sampai 256 °C. Kelarutan morfin Larut 1 bagian di 5000 air, 1 di 210 etanol, 1 di 1220 kloroform, dan 1 dari 125 gliserol; praktis tidak larut dalam eter. Perhatikan bahwa kelarutan dapat bervariasi sesuai dengan metode persiapan dan bentuk kristal.
Gambar Struktur Molekul Morfin (Moffat et al., 2005)
Read more »

29 March 2012

Penetapan Kadar Quinin dalam Urin setelah Mengkonsumsi Tablet Quinin dengan Metode Fluoresensi (Spektrofotodensitometri Mode Fluoresensi)




I.          TUJUAN
Untuk menentukan kadar quinin dalam urin setelah mengkonsumsi tablet quinin dengan metode fluoresensi menggunakan alat spektrofotodensitometri mode fluoresensi.

II.       DASAR TEORI
2.1  Monografi dan Sifat Fisikokimia
2.1.1        Kinin (Quinine)
Kinin merupakan senyawa antimalaria, termasuk kedalam golongan alkaloid yang diperoleh dari kulit kayu pohon kina dan isomer levorotatory dari kuinidin (McEvoy, 2002).
Gambar 3. Struktur Kimia Kinin
·           Rumus molekul    : C20H24N2O2
·           Berat molekul       : 324,4 g/mol
·           Pemerian               : berupa serbuk mikrokristal atau granul-granul berwarna putih, sedikit berfluoresensi.
·           Titik lebur             : 570C (trihidrat)
·           Kelarutan             : dalam air 1 : 1900; air panas 1 : 760; alkohol 1 : 0,8; benzena 1 : 80; kloroform 1 : 1,2; eter 1 : 250; gliserol 1 : 2; dan tidak larut dalam petroleum eter.
Read more »

22 February 2012

[PDF] MENENTUKAN KADAR AMOKSISILIN DALAM SEDIAAN FARMASI DENGAN METODE HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC)

I.       Tujuan
  1. Menentukan kadar zat aktif amoksisilin dalam sedian tablet dengan metode HPLC.
  2. Mampu menganalisis suatu senyawa dengan alat High Performance Liquid Chromatography (HPLC).
II.    Dasar Teori
1.      High Performance Liquid Chromatography (HPLC)
Kromatografi adalah suatu istilah umum yang digunakan untuk bermacam-macam teknik pemisahan yang didasarkan atas partisi sampel  diantara suatu rasa gerak  yang bisa  berupa gas ataupun  cair dan rasa diam yang juga bisa berupa cairan  ataupun suatu padatan. Kromatografi cair, dalam praktek ditampilkan dalam kolom gelas berdiameter  besar, pada dasamya dibawah kondisi atmosfer. Waktu analisis  lama dan segala  prosedur biasanya sangat membosankan. Pada akhir  tahun 1960 an, semakin banyak  usaha dilakukan untuk pengembangan kromatografi cair sebagai  suatu  teknik mengimbangi kromatografi gas. High Performance Liquid Chromatography  (HPLC) atau Kromatografi Cair Penampilan Tinggi atau High Preformance  = Tekanan  atau Kinerja Tinggi, High Speed = Kecepatan Tinggi dan Modern = moderen) telah  berhasil dikembangkan dari usaha ini. 

DOWNLOAD SELENGKAPNYA
Read more »

21 February 2012

KONVERSI NON-ABSORBING ANALIT MENJADI ABSORBING DERIVATIVE


KONVERSI NON-ABSORBING ANALIT MENJADI ABSORBING DERIVATIVE

I.               TUJUAN
Menentukan kadar zat bukan bukan kromofor menggunakan metode spektrofotometri visible

II.            DASAR TEORI
Metode analisis spektrofotometri ultraviolet-sinar tampak memanfaatkan fenomena absorpsi sinar radiasi elektromagnetik di daerah ultraviolet dan daerah sinar tampak oleh larutan sampel (anorganik maupun organik). Absorpsi sinar uv-vis terbatas pada gugus fungsi tertentu ( yang  disebut juga kromofor atau pembawa warna) yang mengandung elektron valensi berenergi eksitasi relatif rendah. Kromofor adalah bagian dari suatu molekul yang bertanggung jawab untuk
Read more »

POTENSIOMETRI | Pengukuran pH | Titrasi

PERCOBAAN POTENSIOMETRI (PENGUKURAN pH)

I.       Tujuan
1.            Membuat kurva hubungan pH - volume pentiter
2.            Menentukan titik akhir titrasi
3.            Menghitung kadar zat
II.     Prinsip
Prinsip potensiometri didasarkan pada pengukuran potensial listrik antara elektroda indikator dan elektroda yang dicelupkan pada larutan. Untuk mengukur potensial pada elektroda indikator harus digunakan elektroda standar yaitu berfungsi sebagai pembanding yang mempunyai harga potensial tetap selama pengukuran (Gandjar, 2007). Elektroda indikator ini sebagai elektroda pengukur dan elektroda yang dicelupkan merupakan elektroda pembanding. Elektroda indikator merupakan elektroda yang potensialnya bergantung pada konsentrasi ion yang akan ditetapkan dan proses pemilihannya berdasarkan jenis senyawa yang hendak ditentukan. Sedangkan elektroda pembanding adalah
Read more »

3 February 2012

REAKSI DISSOSIASI-ASSOSIASI dan KESETIMBANGAN ION


1.      Asam, Basa, Garam
Ionisasi HA (asam) adalah:
Sehingga tetapan keseimbangan ionisasi asam/tetapan kesetimbangan ionisasi asam (Ka) dapat dirumuskan sebagai berikut:
Dimana semakin besar Ka maka semakin besar pula keasaman zat tersebut.
Ionisasi BOH (basa) adalah:
BOH à B+ + OH-
Read more »

REAKSI TRANSFER ELEKTRON dan KESETIMBANGAN REAKSI REDOKS


1.      Reaksi Transfer Elektron
Reaksi transfer elektron ada dua jenis yakni reduksi (menangkap elektron sebagian atau keseluruhan) dan oksidasi (kehilangan elektron sebagian atau keseluruhan). Oksidator merupakan zat yang mengoksidasi zat lain sedangkan reduktor adalah zat yang mereduksi zat lain. Ada dua unsur yang khas pada reakso redoks yakni adanya unsur bebas dan adanya perubahan bilangan oksidasi. Unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi adalah unsur (elemen) bebas dan semua atom dalam senyawa kecuali H, O, Golongan IA dab IIA dalam tabel periodik.
Read more »

22 December 2011

Review Jurnal Pengembangan Metode Analisis “Development and Validation of HPTLC Method for Estimation of Quetiapine in Bulk Drug and in Tablet Dosage form”



Quetiapine (QTP), chemically 2-[2-(4-dibenzo (b,f) (1,4) thiazepine-11yl-1-piperazinyl) ethoxy] ethanol (E)- 2- Quetiapine (QTP), secara kimia 2 - [2 - (4-dibenzo (b, f) (1,4) thiazepine-11yl-1-piperazinyl) ethoxy] etanol (E) - 2 - butanediote butanediot is a serotonin and dopamine receptor antagonist used to treat Schizophrenia adalah reseptor serotonin dan antagonis dopamin yang digunakan untuk mengobati Skizofrenia. . Survei mengungkapkan bahwa beberapa metode seperti HPLC, UV dan GC-MS telah digunakan untuk analisis estimasi Quetiapin, namun sejauh ini belum dilaporkan digunakan dengan metode HPTLC. Penelitian ini menggambarkan, menjelaskan pengembangan metode dan validasi dari kesederhanaan, keakuratan, ekonomis dan reprodusibel prosedur untuk analisis penentuan Quetiapin dalam sediaan tablet dengan metode HPTLC. 

Materials and Methods Bahan dan Metode
Pharmaceutical grade quetiapine (99.18%)            Standar Quetiapin (99,18%) dari Indo Biotech Lab, Hyderabad. Tablet (50mg-Socalm) mengandung 50 mg Quetiapin dari apotek local. Silika Gel 60 F 254, Plat TLC (10x10cm, tebal lapisan 0,2 mm, E-Merck,Jerman) sebagai fase diam. Camag HPTLC dengan Camag Linomet IV aplikator sampel semi-otomatis, jarum suntik Hamilton (100μl), Camag KLT scanner-3 dengan aplikasi software WINCAT 1.3.4, Camag dengan chamber (20x10cm) untuk penelitian. Quetiapine 25mg ditimbang secara akurat dissolved and diluted with methanol to obtain the final dilarutkan dan diencerkan dengan metanol untuk mendapatkan concentration of 100µg /ml. konsentrasi akhir 100μg / ml. Dua puluh tablet ditimbang akurat dan kemudian diserbuk halus. Berat setara 25mg dari Quetiapin dimasukkan ke dalam labu ukur dan dicampur dengan metanol. working standard was a generous gift from Indo biotech
Kemudian disonifikasi selama 15 menit. Disaring melalui saringan Whatmann no 41 dan residu dicuci dengan metanol. Ekstrak dipindahkan ke labu 25 ml dan ditambahkan metanol sampai tanda batas. Dilakukan pengenceran sampai didapatkan konsentrasi 100μg/ml. Berbagai macam sistem pelarut dicoba untuk pemisahan dan identifikasi analisis spot Quetiapin dari pengotornya. Campuran metanol : toluene (4:3%v/v) dihasilkan bentuk puncak Quetiapin yang lebih baik dengan nilai Rf 0,41±0,01 (gambar 1).
 Plat KLT dicuci dengan metanol. Diaktivasi dalam oven pada 115°C selama 10 menit. Fase diam digunakan plat aluminium silica gel 60 F 254. Fase gerak digunakan metanol:toluene (4:3% v/v), waktu penjenuhan 30 menit, jarak pengembangan 72 mm, panjang gelombang scanning 235nm, dimensi celah dijaga pada 5X0.45mm, suhu 26,5°C, kelembaban 61%. Sumber radiasi dugunakan lampu deuterium. Tiga larutan standar Quetiapin diaplikasikan. Pengukuran fotometri dilakukan pada 235nm dengan mode reflektansi dengan Camag TLC scanner 3 menggunakan aplikasi software WINCAT1.3.4 menggabungkan posisi optimasi. Dibuat kurva kalibrasi dari 1-5 larutan standar Quetiapin (100μl/ml) yang diaplikasikan pada plat KLT yang menggunakan spotter semi-otomatis, Dikembangkan dan dianalisis dengan Densitometri.

Hasil     
Metode ini telah divalidasi oleh ICH dalam hal linearitas, spesifitas akurasi, intraday dan interday  presisi, pengulangan pengukuran luas puncak sebagai pengulangan contoh (tabel 1).
Metode ini linear dalam kisaran 100-500ng/spot, (Y = 10.02X + 8.467), (r = 0.9915) in six replicates. 8,467), (r = 0,9915) dalam enam ulangan. Rasio 3 dan 10 dianggap sebagai LOD dan LOQ masing-masing. LOD dan LOQ dari Quetiapin 30 dan 100 ng/spot. Ketepatan intraday ditentukan dengan menganalisis larutan standar  Quetiapin dalam konsentrasi 200ng/spot dan 500ng/spot untuk 3 kali dalam hari yang sama sementara presisis interday ditentukan dengan menganalisis larutan standar yang sesuai setiap hari selama lima hari dalam seminggu. Presisi intraday dan interday dari Quetiapin dalam kisaran 0,53-1,62. Nilai ini menujukkan metode yang digunakan sudah tepat. Pengulanagan penotolan sampel (3μl) sebanyak 6 kali pada plat KLT diikuti dengan pengembangan plat dan penentuan AUC. Nilai daerah puncak Quetiapin ditemukan pada 0,32. Pengulanagan pengukuran luas puncak ditentukan dengan penotolan 3μl larutan quetiapin pada plat KLT dan dikembangkan. Kemudian di-scan tanpa mengubah  posisi plat dan pengukuran RSD persentil daerah puncak Quetiapin ditemukan pada 0,19. Untuk validasi spesifitas metode  yang digunakan terlihat pada plat KLT yang dikembangkan dan kemudian di-scanning. Hal ini menunjukkan bahwa puncak Quetiapin hadir tanpa ada puncak pengganggu. Recovery dilakukan untuk pengukuran parameter akurasi. Studi dilakukan pada tiga tingkatan yang berbeda yaitu 80, 100 dan 120%. Hasil penelitian menunjukkan pengemabangan metode yang dilakukan untuk estimasi Quetiapin dalam bentuk tablet sudah akurat (tabel 2). 

Kesimpulan : Metode pengembangan HPTLC yang digunakan untuk estimasi Quetiapin sudah cepat, spesifik, akurat dan dapat digunakan secara rutin untuk identifikasi dan analisis Quetiapin dalam sediaan farmasi dalam bentuk tablet. 
Read more »

Analisis Kalsium atorvastatin Dengan HPTLC


ABSTRAK :
 Kalsium atorvastatin adalah inhibitor reduktase HMG-CoA selektif and ezetimibe has lipid-lowering activity. dan ezetimebe memiliki aktivitas penurun lipid. Both are potential anti-lipidae- Kedua obat tersebut digunakan dalam kombinasi untuk mengurangi jumlah kolesterol dan triglycerides in systemic circulation. trigliserida dalam sirkulasi sistemik. This paper describes a simple, precise, Makalah ini menggambarkan secara sederhana, tepat dan akurat dengan menggunakan and accurate HPTLC method for simultaneous quantification of these com- metode HPTLC untuk analisis secara kuantifikasi simultan dari komponen senyaawa sebagai obat massal dan dalam bentuk tablet dosis. Chromatographic se- Pemisahan secara kromatografi dilakukan pada pelat aluminium precoated dengan silica gel 60 F silika gel 60 F 254 254, with toluene–methanol 8:2 ( v / v ) as mobile phase. , dengan toluena-metanol 8:02 (v / v) sebagai fase gerak. Densi-
Read more »

18 November 2011

Dasar Teori Penetapan Kadar Quinin dalam Urin setelah Mengkonsumsi Tablet Quinin dengan Metode Fluoresensi (Spektrofotodensitometri Mode Fluoresensi)


I.          TUJUAN
Untuk menentukan kadar quinin dalam urin setelah mengkonsumsi tablet quinin dengan metode fluoresensi menggunakan alat spektrofotodensitometri mode fluoresensi.

II.       DASAR TEORI
2.1  Monografi dan Sifat Fisikokimia
2.1.1        Kinin (Quinine)
Kinin merupakan senyawa antimalaria, termasuk kedalam golongan alkaloid yang diperoleh dari kulit kayu pohon kina dan isomer levorotatory dari kuinidin (McEvoy, 2002).
Gambar 3. Struktur Kimia Kinin
·           Rumus molekul    : C20H24N2O2
·           Berat molekul       : 324,4 g/mol
·           Pemerian               : berupa serbuk mikrokristal atau granul-granul berwarna putih, sedikit berfluoresensi.
·           Titik lebur             : 570C (trihidrat)
·           Kelarutan             : dalam air 1 : 1900; air panas 1 : 760; alkohol 1 : 0,8; benzena 1 : 80; kloroform 1 : 1,2; eter 1 : 250; gliserol 1 : 2; dan tidak larut dalam petroleum eter.
Read more »

Dasar Teori Penetapan Kadar Amoksisilin dalam Sediaan Farmasi dengan HPLC (High Performance Liquid Chromatography)


I.     TUJUAN
1.       Menentukan kadar amoksisilin dalam sediaan tablet dengan menggunakan HPLC

II.     DASAR TEORI
2.1                        Amoksisilin
2.1.1 Struktur Amoksisilin
molekul
( Moffat et al, 2005 )
2.1.2 Sinonim
d(−)-α-Amino-p-hydroxybenzylpenicillin;Amoxycillin; Amoxicilline ( Moffat et al, 2005 ).
2.1.3 Nama Dagang
AMPC; Amolin; Amopenixin; Helvamox; Moxal; Pasetocin; Penimox; Zamocilline ( Moffat et al, 2005 ).
2.1.4. Nama Kimia       
asam(2S,5R,6R)-6-[(R)-(-)-2_amino-2-(p-hidroksifenil)asetamidol-3,3-dimetil-7-okso-4-tia1 azabisiklo[3,2,0]-heptana-2-karboksilat trihidrat( Moffat et al, 2005 ).
2.1.5 Rumus Molekul
C16H19N3O5S ( Moffat et al, 2005 ).
2.1.6 Berat Molekul      
365.4 gram/mol ( Moffat et al, 2005 )
Read more »

28 October 2011

METODE PENGAMBILAN SAMPEL Sediaan cair dan sampel



1.      Metode Pengambilan Sampel Cair (Air)
Dalam metode pengambilan sampel air tidak diperlukan peralatan khusus. Sampel harus diambil, disimpan dan dikirim ke tempat penelitian dalam botol yang steril dan sempurna. Perubahan kualitas air yang terus menerus perlu dipertimbangkan dalam penentuan waktu pengambilan sampel pada sumber air. Sampel perlu diambil pada waktu tertentu dan periode yang tetap sehingga data dapat digunakan untuk mengevaluasi perubahan kualitas air. Hal ini terjadi terutama pada kualitas air yang berubah setiap waktu.
Read more »

24 October 2011

COMPARATIVE DETERMINATION OF CHLORPROMAZINE HYDROCHLORIDE CONTENT IN MULTI-SOURCED CHLORPROMAZINE TABLETS IN NIGERIA --



Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemurnian dari suatu tablet Chlorpromazine Hidroklorida dan menentukan kemungkinan pengganti antar merk tablet tersebut berdasarkan kandungan kimia obatnya. Penentuan kandungan kimia dilakukan dengan menggunakan metode titrimetri bebas air dan metode spektrofotometri.  Pelarut bebas air yang digunakan dalam metode titrimetri adalah asam asetat glasial dan aseton, dimana titik ekivalen  ditentukan dengan menggunakan indikator visual serta potensiometri. 
Read more »

DETERMINATION OF TRAMADOL HYDROCHLORIDE AND ITS PREPARATION BY ACID-BASE IN NON-AQUEOUS MEDIUM


Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar Tramadol Hydrochloride (TMH) berdasarkan metode pada referensi, yakni dengan menggunakan titrasi asam asetat glasial dalam mercuri asetat dengan asam perklorat asetat. Titik akhir titrasi diamati dengan menggunakan indikator kristal violet dan metode potensiometri.
Adapun metode titrasi dalam penelitian ini terdapat dua metode, yakni titrasi visual dan titrasi potensiometri. Mula-mula dibuat terlebih dahulu larutan obat TMH yang akan dititrasi dari empat merk yang berbeda. Sebanyak 20 tablet TMH ditimbang dan
Read more »

ANALISIS BAHAN PENGAWET BENZOAT PADA SAOS TOMAT YANG BEREDAR DI WILAYAH KOTA DENPASAR



Jurnal ini membahas tentang penelitian terhadap kadar asam benzoat (C6H5COOH) sebagai zat aditif yaitu pengawet pada produk saos tomat yang bermerek maupun tidak di daerah Denpasar. Penelitian ini dilakukan mengingat bahwa penggunaan bahan tambahan atau zat aditif pada makanan telah semakin meningkat namun tidak diimbangi dengan kepedulian dan pengetahuan masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan oleh pengonsumsian produk tersebut.  
Read more »

EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SARI BUAH JERUK NIPIS TERHADAP KETAHANAN NASI



Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mencari kondisi optimum pengawetan dengan menggunakan sari buah jeruk nipis sehingga dapat mengawetkan nasi yang disimpan dalam alat penghangat nasi, mengetahui seberapa lama sari buah jeruk nipis mampu mengawetkan nasi tersebut, dan mengetahui pengaruh penambahan sari buah jeruk nipis terhadap kandungan gizi nasi setelah mengalami masa pengawetan tertentu. Dimana dalam buah jeruk nipis terdapat kandungan asam sitrat yang dapat digunakan sebagai bahan pengawet. Untuk mengetahui kandungan asam sitrat dalam buah jeruk nipis digunakan metode titrasi asam basa.
Read more »

Penetapan Kadar Quinin dalam Urin setelah Mengkonsumsi Tablet Quinin dengan Metode Fluoresensi (Spektrofotodensitometri Mode Fluoresensi)



I.          TUJUAN
Untuk menentukan kadar quinin dalam urin setelah mengkonsumsi tablet quinin dengan metode fluoresensi menggunakan alat spektrofotodensitometri mode fluoresensi.

II.       DASAR TEORI
2.1  Monografi dan Sifat Fisikokimia
2.1.1        Kinin (Quinine)
Kinin merupakan senyawa antimalaria, termasuk kedalam golongan alkaloid yang diperoleh dari kulit kayu pohon kina dan isomer levorotatory dari kuinidin (McEvoy, 2002).
Gambar 3. Struktur Kimia Kinin
·           Rumus molekul    : C20H24N2O2
·           Berat molekul       : 324,4 g/mol
·           Pemerian               : berupa serbuk mikrokristal atau granul-granul berwarna putih, sedikit berfluoresensi.
·           Titik lebur             : 570C (trihidrat)
·           Kelarutan             : dalam air 1 : 1900; air panas 1 : 760; alkohol 1 : 0,8; benzena 1 : 80; kloroform 1 : 1,2; eter 1 : 250; gliserol 1 : 2; dan tidak larut dalam petroleum eter.
Read more »

7 October 2011

Sintesis Purin Alkaloid


Derivat purin yaitu kafein, theobromine dan teofilin biasanya mengarah pada purin alkaloid. Sebagai alkaloid distribusinya terbatas. Kafein, minuman seperti the, kopi, dan cola adalah bentuk yang sering dikonsumsi. Kafein juga digunakan dalam pengobatan, tapi teofilin lebih penting sebagai komponen pengobatan karena efeknya sebagai muscle relaxant, penggunaanya pada asma bronchial. Teobromin adalah komponen pokok pada cocoa dan rata-rata pada cokelat.   
Cincin purin secara bertahap diuraikan oleh pembagian kesatuan kecil komponen pada
Read more »

ANALISIS FARMASI II METODE PENGAMBILAN SAMPEL SEDIAAN PADAT DAN TANAH


Proses Sampling Sediaan Padat dan Tanah
a.    Tahapan sampling sediaan padat dengan jurnal yang berjudul “Perbandingan Mutu dan Harga Tablet Amoksisilin 500 mg Generik dengan Non Generik yang Beredar di Pasaran”, meliputi :
1.         Menentukan Populasi
Populasi yang dipilih yaitu tablet antibiotik golongan penisilin yang digunakan sebagai pengobatan infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan bakteri negatif.
2.         Menentukan Batasan Sampling
Akibat banyaknya antibiotik golongan penisilin dipasaran, maka dilakukan pembatasan sampel berupa turunannya, salah satunya adalah amoksisilin. Sampel tablet amoksisilin yang digunakan adalah tablet amoksisilin 500 mg yang beredar di pasaran yang
Read more »

KIMIA ANALISIS FARMASI II PENETAPAN KADAR PARACETAMOL, PSEUDOEFEDRIN DAN DEXTROMETORFAN DALAM TABLET YANG MENGANDUNG PARACETAMOL , PSEUDOEFEDRIN, DEXTROMETHORPHAN, CTM DAN GUAIAFENESIN DENGAN TEKNIK KLT SPEKTROFOTODENSITOMETRI


I.          Tujuan
Praktikum ini dilakukan bertujuan untuk menetapkan kadar parasetamol, pseudoefedrin, dan dextrometorfan dalam sediaan tablet yang mengandung parasetamol, pseudoefedrin, dextromethorphan, CTM, dan guaiafenesin dengan menggunakan metode KLT spektrofotodensitometri.

II.       Dasar Teori
2.1 Paracetamol
Parasetamol atau asetaminofen adalah turunan a para-aminophenol memiliki khasiat sebagai analgesik, antipiretik, dan aktivitas antiradang yang lemah. Parasetamol merupakan analgesik non-opioid sering dicoba pertama untuk pengobatan gejala berbagai tipe sakit kepala termasuk migrain dan sakit kepala tipe tensi (Sweetman, 1982).
Read more »