1.
Pengaruh pH pada sediaan tetes mata
Idealnya pH
sediaan tetes mata harus ekuivalen dengan cairan mata, yaitu 7,4. Dalam
pemilihan pH perlu yang dipehatikan yaitu pH optimum untuk kestabilan zat aktif
dan bersifat inert. Untuk mencapai pH tersebut dapat ditambahkan agen pendapar
dan perlu diperhatikan kesesuaian dan kestabilannya. Bila digunakan...
25 November 2012
24 November 2012
Artikel : Leukemia Limfatik Akut/ALL
Leukemia
Sel darah terbentuk dari pembelahan dan pendewasaan sel
induk yang mampu memperbaharui diri yang berada pada sumsum tulang dan
menumbuhkan sel-sel pendahulu dengan tujuan mematangkan sel-sel pendahulut
tersebut. Dengan cara ini, pada orang dewasa tiap harinya dapat terbentuk
rata-rata 1011 granulosit, 2x1011 trombosit dan 2x1011
eritrosit. Produksi sel darah menunjukkan secara permanen besarnya aktivitas.
Karena jangka hidup sel...
Review Jurnal : “Pola Distribusi Alotip Gen Polymeric Immunoglobulin Receptor (PIGR) pada Penderita Karsinoma Nasofaring (KNF) di Indonesia”
Karsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor
ganas yang tumbuh di daerah nasofaing dengan predileksi di fosa Rossenmuller
dan atap nasofaring. KNF merupakan penyakit genetik
multifaktor dengan karakteristik endemik. Tingginya insiden KNF di
Negara-negara Asia menimbulkan dugaan
bahwa faktor genetik ikut berperan dalam patogenesis penyakit. Catatan dari
berbagai rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa KNF menduduki urutan keempat
setelah...
Artikel : Recycle Sampah Limbah Pertanian

Di era sekarang ini adannya sampah
telah cukup mengganggu keindahan kota. hal itu dikarenakan jumlahnya yang sudah
menumpuk tanpa adanya keseimbangan daur ulang yang dapat dilakukan. Jenis
sampah dibagi menjadi dua, yaitu organic dan anorganik. Sampah organik adalah
sampah yang dapait diuraikan oleh bakteri-bakteri pengurai sedangkan sampah
anorganik adalah sampah yang tidak dapat diurakan...
Subscribe to:
Posts (Atom)