25 November 2012

Review artikel : Formulation and Evaluation of pH-triggered In Situ Gelling System of Levofloxacin


1.      Pengaruh pH pada sediaan tetes mata
            Idealnya pH sediaan tetes mata harus ekuivalen dengan cairan mata, yaitu 7,4. Dalam pemilihan pH perlu yang dipehatikan yaitu pH optimum untuk kestabilan zat aktif dan bersifat inert. Untuk mencapai pH tersebut dapat ditambahkan agen pendapar dan perlu diperhatikan kesesuaian dan kestabilannya. Bila digunakan sistem dapar, dimana pemilihan dapar tidak menyebabkan presipitasi atau menurunkan aktivitas zat aktif (WHO, 2003). Dapar digunakan dalam suatu larutan untuk mata karena beberapa alasan antara lain: untuk mengurangi ketidaknyamanan pasien, untuk menjamin kestabilan obat, dan untuk mengawasi aktivitas terapetik bahan obat (Ansel, 2008). Zat pendapar dapat digunakan dapar yang cocok dengan pH 6,5 dan dibuat isotonis dengan menggunakan natrium hidroksida secukupnya (DepKes RI, 1979). 
Air mata mempunyai kapasitas dapar tertentu. Penggunaan obat mata akan merangsang pengeluaran air mata dan penetralan cepat setiap kelebihan ion hidrogen atau ion hidroksil dalam kapasitas pendaparan air mata. Jika hanya satu atau dua tetes larutan yang mengandung
Read more »

24 November 2012

Artikel : Leukemia Limfatik Akut/ALL


Leukemia
Sel darah terbentuk dari pembelahan dan pendewasaan sel induk yang mampu memperbaharui diri yang berada pada sumsum tulang dan menumbuhkan sel-sel pendahulu dengan tujuan mematangkan sel-sel pendahulut tersebut. Dengan cara ini, pada orang dewasa tiap harinya dapat terbentuk rata-rata 1011 granulosit, 2x1011 trombosit dan 2x1011 eritrosit. Produksi sel darah menunjukkan secara permanen besarnya aktivitas. Karena jangka hidup sel darah terbatas, sumsum tulang harus bekerja secara maksimal (Wagener et al., 1996).
Leukemia merupakan salah satu jenis kanker dimana terjadi proliferasi dan pendewasaan salah satu sel induk sumsum tulang atau sel pendahulu yang keluar dari aturan. Sel induk yang mengalami transformasi maligna ini menumbuhkan keturunan sel dengan berbagai kelainan. Sel-sel yang menumpuk ini menentukan ciri-ciri klinis leukemia. Dalam perjalanan penyakit sel-sel ini mengganggu pembuatan sel darah normal, sehingga dapat menimbulkan kekurangan darah, granulositopenia dan trombositopenia (Wagener et al., 1996).
Read more »

Review Jurnal : “Pola Distribusi Alotip Gen Polymeric Immunoglobulin Receptor (PIGR) pada Penderita Karsinoma Nasofaring (KNF) di Indonesia”


Karsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor ganas yang tumbuh di daerah nasofaing dengan predileksi di fosa Rossenmuller dan atap nasofaring. KNF merupakan penyakit genetik multifaktor dengan karakteristik endemik. Tingginya insiden KNF di Negara-negara Asia  menimbulkan dugaan bahwa faktor genetik ikut berperan dalam patogenesis penyakit. Catatan dari berbagai rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa KNF menduduki urutan keempat setelah kanker leher rahim, payudara, dan kulit. Selain faktor ras, makanan (makanan yang diawetkan, difermentasi, dan diasapi)  erat kaitannya dalam peningkatan insidensi KNF.
Read more »

Artikel : Recycle Sampah Limbah Pertanian




Di era sekarang ini adannya sampah telah cukup mengganggu keindahan kota. hal itu dikarenakan jumlahnya yang sudah menumpuk tanpa adanya keseimbangan daur ulang yang dapat dilakukan. Jenis sampah dibagi menjadi dua, yaitu organic dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang dapait diuraikan oleh bakteri-bakteri pengurai sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat diurakan oleh bakteri pengurai. Jadi, sampah anorganik tidak dapat membusuk meskipun dalam ,waktu yang lama contohnya plastik.Dalam focus kali ini akan membahas daur ulang sampah organik. Daur ulang sampah organik sangat diperlukan saat ini. Ribuan bahkan jutaan ton sampah dibuang setiap harinya. Oleh karena itu, kita dapat memulai mendaur ulang sampah-sampah yang ada disekitar kita seperti sampah organik. Sampah organic terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau yang didapat dari hasil pertanian, perikanan dsb.
Read more »

27 October 2012

BALI RATIH PRODUK |Promo|


Bali Ratih adalah produk perawatan tubuh asli dari Bali. Didatangkan langsung dari Bali. Perawatan Tradisional di proses, dan di kemas dengan modern. Dengan kualitas sekelas Bodyshop! Sudah di export ke berbagai Negara seperti Malaysia, Jepang dan Korea. Dengan 16 Pilihan Aroma.

Produk Bali Ratih :
1. Body Mist 60ml
Keharuman dan kemasan body mist mirip dengan body spray yang biasanya digunakan untuk mengharumkan tubuh. Body mist memiliki kandungan minyak dalam jumlah tertentu, yang berfungsi sebagai pengikat air dalam kulit, sehingga kulit tidak mengalami dehidrasi sekaligus meremajakannya.  Cocok digunakan sebagai penyegar dadakan setelah beraktifitas, ruangan kamar, linen spray atau disemprotkan ke badan 5 menit sesudah mandi. Dengan keharuman yang segar membuat anda menjadi lebih rilex dan nyaman.

Read more »

6 October 2012

HOT NEWS !! GIRLS GENERATION (SNSD) "SANTA BABY" VS VICKY SHU "PACAR KAMU" | SIAPA PLAGIAT SIAPA???

HOT NEWS !! GIRLS GENERATION (SNSD) "SANTA BABY" VS VICKY SHU "PACAR KAMU" | SIAPA PLAGIAT SIAPA???

ARANSEMENT LAGUNYA MIRIP BANGET!! Coba dengarkan dengan seksama 2 video klip dibawah ini!!

Read more »

29 June 2012

PERBANYAKAN BEBERAPA SPECIES ANGGREK HUTAN LANGKA SUMATERA UTARA MELALUI KULTUR IN VITRO


REVIEW
Perbanyakan melalui kultur in-vitro diharapkan dapat memperbanyak tanaman anggrek dalam jumlah besar, homogen dan bermutu, sehingga masyarakat dapat menikmati nilai estetika yang tinggi dari masing-masing anggrek hutan Sumatera Utara. Oleh karena itu, penelitian “Perbanyakan Beberapa Species Anggrek Hutan Langka Sumatera Utara Melalui Kultur In Vitro” dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh formulasi media dan kaedah yang sesuai untuk menginduksi pertumbuhan dan perkembangan beberapa anggrek hutan langka
Read more »

22 June 2012

Uji Kadar Kolesterol Total Serum


Uji Kadar Kolesterol Total Serum
12.1          Tujuan
Untuk menentukan kadar kolesterol total dalam serum.

12.2          Metode yang Digunakan
Metode yang digunakan dalam penentuan kadar bilirubin baik bilirubin total atau bilirubin direct yaitu Liberman-Burchard.

12.3          Prinsip Pemeriksaan
Kolesterol merupakan sterol yang paling banyak terdapat dalam badan manusia, terutama pada otak, jaringan syaraf, cairan empedu dan darah. Senyawa ini merupakan penyusun utama batu empedu. Kolestrol banyak dijumpai pada lemak binatang, tetapi tidak pernah ditemukan pada lemak tumbuhan. Tumbuhan mempunyai sterol yang disebut fitosterol.
Read more »

Uji Kadar Kreatinin Serum : Metode Jaffe


Uji Kadar Kreatinin Serum : MetodeJaffe
11.1          Tujuan
Untuk menetapkan kadar kreatinin pada serum atau plasma jernih

11.2          Metode yang Digunakan
Metode Jaffe

11.3          Prinsip Pemeriksaan
Reaksi antara kreatinin dengan asam pikrat dalam suasana basa akan membentuk kompleks kreatinin pikrat yang berwarna kuning jingga yang kadarnya dapat diukur dengan spektrofotometer visible pada panjang gelombang 545 nm.

Read more »

Uji Kadar Ureum Serum : Metode Bertholet


 Uji Kadar Ureum Serum : MetodeBertholet
10.1          Tujuan
Menetapkan kadar ureum dalam serum atau plasma dengan metode Bertholet.

10.2          Metode yang Digunakan
Metode Bertholet

10.3          Prinsip Pemeriksaan
Urea dalam sampel dengan bantuan enzim urease akan menghasilkan amonia dan karbondioksida. Setelah dicampur dengan pereaksi I dan II akan terjadi reaksi yang menghasilkan suatu kompleks yang absorbansinya akan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis.
Urea adalah molekul kecil dengan struktur kimia sebagai berikut :
                                                                          O
Urea berdifusi bebas masuk ke dalam cairan intrasel dan ekstrasel.
Read more »

Uji Kadar Glukosa Darah : Metode O-Toluidin


 Uji Kadar Glukosa Darah : MetodeO-Toluidin
9.1              Tujuan
Untuk menetapkan kadar glukosa dalam darah dengan cara O-Toluidin

9.2              Metode yang Digunakan
Metode O-Toluidin

9.3              Prinsip Pemeriksaan
Secara garis besar ada dua cara penetapan kadar glukosa darah dalam kimia klinik, yaitu cara kimiawi dan cara enzimatik. Metode yang paling banyak digunakan saat ini adalah metode enzimatik. Metode enzimatik dapat menggunakan beberapa enzim seperti enzim heksokinase, enzim glukosa oksidase, dan enzim glukosa dehidrogenase.
Read more »

Tes Glukosa Urine : Fehling & Benedict


1.      Tes Glukosa Urine : Fehling &Benedict
8.1              Tujuan
Untuk memeriksa adanya kandungan glukosa dalam sampel urine.

8.2              Metode yang Digunakan
Tes glukosa urine dilakukan dengan menggunakan metode fehling.

8.3              Prinsip Pemeriksaan
Dalam suasana alkali, glukosa mereduksi kupri menjadi kupro kemudian membentuk Cu2O yang mengendap dan berwarna merah. Intensitas warna merah dari ini secara kasar menunjukkan kadar glukosa dalam urine yang diperiksa.

Read more »

Uji Kadar Bilirubin Total & Direk : Metode Jendrassik & Grof


7.1              Tujuan
1. Untuk menentukan total bilirubin di dalam serum.
2. Untuk menentukan kadar direct bilirubin di dalam serum uji.

7.2              Metode yang Digunakan
Metode yang digunakan dalam penentuan kadar bilirubin baik bilirubin total atau bilirubin            direct yaitu Jendrassik & Grof.
Read more »

Uji Kadar γ-Globulin : Metode Biuret


1.      Uji Kadar γ-Globulin : Metode Biuret
6.1            Tujuan
Untuk menentukkan kadar gamma globulin dalam darah dengan metode Biuret.

6.2            Metode yang Digunakan
Metode Biuret

6.3            Prinsip Pemeriksaan
Reagen biuret bereaksi dengan gamma globulin (protein) melalui ikatan peptide dan membentuk kompleks berwarna violet. Intensitas warna yang dihasilkan sebanding dengan kadar gamma globulin dalam sampel. Intensitas warna diukur dengan metode kalorimetri menggunakan spektrofotometer.
Read more »

Uji Kadar Albumin Serum : Metode Biuret


Uji Kadar Albumin Serum : Metode Biuret
5.1              Tujuan
Untuk mengetahui kadar albumin dalam serum atau plasma degan metode biuret
5.2              Metode yang Digunakan
 
5.3              Prinsip Pemeriksaan
Serum atau plasma yang mengandung albumin bila direaksikan dengan pereaksi biuret maka akan terbentuk kompleks berwarna biru atau ungu yang dapat diukur absorbansinya dengan spektrofotometri visible pada panjang gelombang 540-546 nm. Pada praktikum ini, panjang gelombang yang digunakan adalah 546 nm.
Read more »

Uji Kadar Total Protein Serum : Metode Biuret


  Uji Kadar Total Protein Serum : Metode Biuret
4.1              Tujuan
Untuk mengetahui kadar protein dalam serum/plasma dengan menggunakan metode biuret.

4.2              Metode yang Digunakan

4.3              Prinsip Pemeriksaan
Terbentuknya senyawa kompleks berwarna ungu antara protein dalam serum/plasma dengan reagen biuret. Semakin pekat warna ungu yang dihasilkan maka kandungan protein yang terdapat dalam serum/plasma akan semakin tinggi. Kompleks yang terbentuk adalah kompleks koordinasi antara ion Cu2+ dengan gugus –CO dan –NH dari rantai peptide protein.
Read more »

Uji Kuantitatif Protein Urine : Tes Esbach


 Uji Kuantitatif Protein Urine : Tes Esbach
3.1              Tujuan
Untuk mengetahui angka protein loss dalam urin dengan metode Esbach.

3.2              Metode yang Digunakan
Tes Esbach

3.3              Prinsip Pemeriksaan
Asam pikrat dapat mengendapkan protein dan endapan ini dapat diukur secara kuantitatif.

Read more »

KIMIA KLINIK Uji Kualitatif Protein Dalam Urine


1.      Uji Kualitatif Protein Dalam Urine
2.1              Tujuan
Untuk mengetahui ada atau tidaknya protein dalam urin dengan metode tes rebus dan tes carik celup urine.

2.2              Metode yang Digunakan
Tes Rebus dan Tes Carik Celup Urine

2.3              Prinsip Pemeriksaan
Uji kualitatif protein dalam urine dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu tes rebus, reaksi heller, dan dengan SSA (sulfosalicylic acid).
Read more »

KIMIA KLINIK Pemeriksaan Sampel Urin (Organoleptis, Berat Jenis, pH)


1.      Pemeriksaan Sampel Urin (Organoleptis, Berat Jenis, pH)
1.1              Tujuan
Untuk mengetahui organoleptis, berat jenis, dan pH dari urin sampel

1.2              Prinsip Pemeriksaan
1.2.1        Organoleptis Urine
a.      Warna Urin
Urin normal yang baru dikeluarkan tampak jernih sampai sedikit berkabut dan berwarna kuning oleh pigmen urokrom dan urobilin. Intensitas warna sesuai dengan konsentrasi urine; urin encer hamper tidak berwarna, urin pekat berwarna kuning tua atau sawo matang.
Kelainan pada warna, kejernihan, dan kekeruhan dapat mengindikasikan kemungkinan adanya infeksi, dehidrasi, darah di urin (hematuria), penyakit hati, kerusakan otot atau eritrosit dalam tubuh. Obat-obatan tertentu dapat mengubah warna urin. Beberapa keadaan yang menyebabkan warna urin adalah :
Read more »

9 June 2012

KIMIA KLINIK RAPID TEST UNTUK KOLESTEROL


Definisi Umum
Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks yang 80 % dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20 % sisanya dari luar tubuh (zat makanan) untuk bermacam-macam fungsi di dalam tubuh, antara lain membentuk dinding sel dan membuat hormon- hormon tertentu. Bila kolesterol di dalam tubuh berlebihan, maka kolesterol akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah yang disebut sebagai plak aterosklerosis. Kondisi ini bila semakin bertambah parah dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Kadar kolesterol total yang ideal adalah 140-200 mg/dL atau kurang. Jika kadar kolesterol total mendekati 300 mg/dL, maka resiko terjadinya serangan jantung adalah lebih dari 2 kali. Kolesterol tidak larut dalam cairan darah, untuk itu agar dapat dikirim ke seluruh tubuh perlu dikemas bersama protein menjadi partikel yang disebut Lipoprotein, yang dapat dianggap sebagai ‘pembawa’ (carier) kolesterol dalam darah (Balai Informasi Teknologi LIPI Pangan dan Kesehatan, 2009).
Read more »

PENETAPAN TOTAL PROTEIN SERUM DENGAN METODE BIURET


I.                   Prinsip
Prinsip penetapan kadar protein dalam serum dengan metode Biuret adalah pengukuran serapan cahaya kompleks berwarna ungu dari protein yang bereaksi dengan pereaksi biuret dimana, yang membentuk kompleks adalah protein dengan ion Cu2+ yang terdapat dalam pereaksi biuret dalam suasana basa. Semakin tinggi intensitas cahaya yang diserap oleh alat maka semakin tinggi pula kandungan protein yang terdapat di dalam serum tersebut.

Read more »

SINOPSIS 1-16 COOL GUYS HOT RAMEN | FREE OST MP3 | ALL STAR | WALLPAPER


Sinopsis Drama Korea Cool Guys Hot Ramen Episode 1-16 Lengkap ---Drama Korea Cool Guys Hot Ramen ini juga memiliki judul lain yaitu Flower Boy Ramen Shop. Drama korea bergenre Komedi Romantis ini dibintangi oleh aktor korea yang sedang naik daun, Jung Il-woo. Beberapa drama korea yang diperankannya selalu meledak dipasaran, seperti 49 Days, My Fair Lady, The Moon That Embraces the Sun, dan tentunya Drama Korea Cool Guys Hot Ramen.
Read more »

PEMERIKSAAN ALBUMIN DALAM SERUM DENGAN METODE BCG (Bromocerol Green)


I.                   Prinsip
Prinsip penetapan kadar gula darah dengan O-toluidin adalah berdasarkan pada pengendapan protein darah dengan asam trikloroasetat. Pada saat dipusingkan akan terlihat bagian yang mengendap, bagian tersebut adalah protein darah dan cairan yang ada di atas bagian yang mengendap mengandung gula yang akan diperiksa dengan menambahkan o-toluidin dalam asam asetat glasial, lalu dipanaskan. Saat dipanaskan, gula akan berkonjugasi dengan o-toluidin dalam asetat panas dengan memberikan warna biru kehijauan. Kemudian absorbansinya dapat diukur pada spektrofotometer UV-Vis untuk dihitung kadar glukosa dalam darah (Widowati dkk, 1997).

Read more »

ETNOFARMASI TARU PRAMANA | TANAMAN OBAT | USADA TRADISIONAL


1.      Tutuh atau pepeh
Berbentuk cairan sari pati, pengolahannya: segala ramuan diambil sari patinya, dengan memeras bahan-bahanya, jika bahan keras digiling. Campur sedikit dengan air, remas-remas diperas dan disaring. Juga mungkin berupa minyak hasil gorengan bahan, tergantung petunjuk pengobatan. Cara pemakaiannya: diteteskan pada telinga atau hidung atau keduanya (Sutara dan Kriswiyanti,  2007).
2.      Boreh
Boreh dapat disamakan dengan parem, berbentuk serbuk halus, dalam penggunaannya dicampur dengan cairan (air, cuka, arak atau alcohol/ditentukan). Cara membuat adalah bahan-bahan dihaluskan tidak perlu diperas kemudian dicampur dengan cairannya. Aturan pemakaiannya: selesai diolah langsung diparemkan pada anggota badan, tidak dibagian perut. Kadang sebelum digunakan didadah atau dipanaskan terlebih dahulu (Sutara dan Kriswiyanti,  2007).
Read more »

8 June 2012

MONOGRAFI PARAFIN, MICONAZOLE, GENTAMICIN, HIDROKORTISON


1. PARAFIN
Sinonim :
Hard wax; paraffinum durum; paraffinum solidum; paraffin wax.
Formula empiris dan berat molekul :
Parafin adalah campuran murni dari hidrokarbon padat jenuh dengan formula umum CnH2n+n dan diperoleh dari petroleum atau pecahan minyak.  
Fungsi :
Basis salep; agen pengkaku/pengental
Penggunaan pada formulasi atau teknologi :
Read more »

NEFROPATI DIABETIK SEBAGAI KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS


2.1. Definisi
Nefropati diabetik adalah sindrom klinis pada pasien diabetes melitus yang ditandai dengan albuminuria menetap (>300 mg/24 jam) pada minimal dua kali pemeriksaan dalam kurun waktu 3 sampai 6 bulan yang berhubungan dengan peningkatan tekanan darah dan penurunan LFG (laju filtrat glomerulus).1,2
Mikroalbuminuria didefinisikan sebagai ekskresi albumin lebih dari 30 mg per hari dan dianggap sebagai prediktor penting untuk timbulnya nefropati diabetik.1

Read more »

PEMERIKSAAN SAMPEL SERUM | UJI KADAR GLUKOSA : METODE O- TOLUIDIN


a.       Tujuan Praktikum
Tujuan dari pemeriksaan serum tersebut adalah untuk mengukur kadar glukosa darah dengan cara membandingkan larutan standart dan larutan sample (serum) pasien
b.      Metode yang digunakan
Prinsip metode ini adalah glukosa bereaksi dengan O-toluidin dalam asam asetat panas dan menghasilkan senyawa berwarna hijau yang dapat ditentukan secara fotometer. Penentuan glukosa dengan O-toluidin dapat digunakan untuk bahan sampel yang dideproteinisasi maupun yang tidak dideproteinisasi.
Read more »

24 May 2012

COMPLETE K-DRAMA PROTECT THE BOSS | SINOPSIS LENGKAP EP 1-18 | OST MP3 | ALL STAR GALLERY | WALLPAPER | KISS SCENE

Ringkasan Sinopsis Protect The Boss

Ji Heon (Ji Sung) adalah seorang pemuda yang sangat belum dewasa dan direktur Grup DN, serta putra bungsu ketua (Park Young Kyu). Noh Eun Seol (Choi Kang Hee) seorang gadis tangguh dan berani, pernah menjadi gadis yang bermasalah di sekolah dan memiliki latar belakang akademis yang buruk. Dia berjuang untuk menemukan pekerjaan penuh waktu.

Di sisi lain, ada lagi bos muda matang dan pekerja keras, Cha Moo Won (Kim Jaejoong) yang tampaknya sempurna tapi juga memiliki masalah sendiri untuk menangani. Setelah memberitahu Direktur Cha Moo Won, yang adalah sepupu Ji Heon itu, sepotong pikirannya, pada sebuah wawancara di Grup DN, dia dipekerjakan sebagai sekretaris Ji Heon.

Bertekad untuk tidak dipecat dari pekerjaan profesional pertamanya, Eun Seol bekerja rajin memasang dengan kekanak-kanakan Ji Heon dan membantu dia untuk membuktikan bahwa ia bisa menjadi penerus dari Grup DN. Melalui hubungan kerja mereka, dia mulai berurusan dengan rahasia sendiri dan jatuh untuknya.
Read more »

19 May 2012

DETERMINATION OF TRAMADOL HYDROCHLORIDE AND ITS PREPARATION BY ACID-BASE IN NON-AQUEOUS MEDIUM



Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar Tramadol Hydrochloride (TMH) berdasarkan metode pada referensi, yakni dengan menggunakan titrasi asam asetat glasial dalam mercuri asetat dengan asam perklorat asetat. Titik akhir titrasi diamati dengan menggunakan indikator kristal violet dan metode potensiometri.
Adapun metode titrasi dalam penelitian ini terdapat dua metode, yakni titrasi visual dan titrasi potensiometri. Mula-mula dibuat terlebih dahulu larutan obat TMH yang akan dititrasi dari empat merk yang berbeda. Sebanyak 20 tablet TMH ditimbang dan digerus hingga menjadi serbuk halus. Kemudian 100 mg TMH ditimbang secara akurat dan dimasukkan ke dalam labu kalibrasi, ditambahkan 70 ml asam asetat glasial dan dikocok selama ±20 menit. Kemudian asam asetat glasial ditambahkan sampai volume tanda batas, dicampur dengan baik dan disaring dengan saringan kertas Whatmann Nomor 42.  Sebanyak 10 aliquot dari filtrat dianalisis dengan metode titrasi tersebut.
Pada titrasi visual, aliquot dari larutan obat yang mengandung 1,0-2,0 mg TMH diukur secara akurat, lalu dimasukkan ke dalam labu 100 ml dan ditambahkan 10 ml asam asetat glasial. Sebanyak 3 ml Hg 3% (OAc)2 ditambahkan, diaduk sampai tercampur, dan setelah dua menit, ditambahkan dua tetes indikator kristal violet. Kemudian dititrasi dengan asam perklorat 0,01 M hingga berubah warna menjadi biru. Kadar obat diukur aliquot dengan rumus : Amount (mg) =  , dimana V adalah volume asam perklorat yang dibutuhkan (ml),   adalah massa molekul relatif, R adalah molaritas asam perklorat, dan n adalah jumlah mol asam perklorat yang bereaksi dengan masing-masing mol TMH.
Pada titrasi potensiometri, aliquot dari larutan obat standar setara dengan 1.0-20,0 mg TMH diukur akurat dan dimasukkan ke dalam beaker glass 100 ml yang bersih dan kering, dan diencerkan dengan asam asetat glasial hingga 25 ml dilanjutkan dengan penambahan 3 ml Hg 3% (OAc)2. Sistem kombinasi kaca-SCE (dimodifikasi) dicelupkan ke dalam larutan dan dimasukkan magnetik stirer. Titran HClO4 ditambahkan dari mikroburet. Untuk mencapai titik akhir titrasi, titran ditambahkan bertahap 0,05 ml. Setiap penambahan titran, larutan diaduk dengan magnetik stirer selama 30 detik dan potensial stabil (steady potential) dicatat. Penambahan titran dilanjutkan sampai tidak ada perubahan signifikan pada potensial pada penambahan titran lebih lanjut. Titik ekivalen ditentukan dengan menerapkan metode grafis. Jumlah obat diukur aliquot seperti pada titrasi visual.
Metode ini didasarkan pada netralisasi dari reaksi yang melibatkan sifat dasar TMH dan menggunakan dua prosedur deteksi titik ekivalen. Asam asetat menunjukkan sifat asam yang dapat terurai dengan menghasilkan proton. Tetapi dengan penambahan asam perklorat, yang merupakan asam kuat, asam asetat akan menerima proton dari asam perklorat.
Senyawa CH3COOH2 dapat dengan mudah menyerap proton untuk bereaksi dengan basa. Oleh karena itu sifat dasar dari basa dapat ditingkatkan dan karenanya, titrasi antara basa lemah dan asam perklorat sering menggunakan asam asetat sebagai pelarut. TMH adalah hidroklorida, yang merupakan basa yang sangat lemah, tidak dapat bereaksi kuantitatif dengan asam perklorat asetat. Oleh karena itu, merkuri asetat dimana tetap tidak terdisosiasi dalam larutan asam asetat, ditambahkan ke dalam larutan TMH, sehingga menyebabkan penggantian ion klorida dengan jumlah setara dengan ion asetat yang berfungsi sebagai basa kuat dalam asam asetat. Adapun reaksinya adalah sebagai berikut.
TMH+ + Cl + (CH3COO)2Hg + HClO4   → (TMH.ClO4) + HgCl2 + 2CH3COOH
                                                                        (tak terdisosiasi)
Dengan kristal violet akan dapat menentukan titik akhir untuk menentukan konsentrasi dan volume titran yang digunakan. Kenaikan tajam pada potensial ditentukan sebagai titik akhir titrasi. Dengan kedua metode titik ekivalen deteksi, reaksi stoikiometri 1 : 1 (obat : titran atau TMH : asam perklorat) digunakan sebagai dasar perhitungan. Kadar obat ditentukan dari titik akhir titrasi yang diperoleh. Lineritas antara dua parameter terlihat jelas dari koefisien korelasi 0,9976 dan 0,9984 yang diperoleh dengan metode kuadrat terkecil untuk metode visual dan potensiometri. Presisi metode dievaluasi dalam presisi intermediet, yakni intra-hari atau hari yang sama dan antar-hari atau hari yang berturut-turut. Keakuratan metode ditentukan dengan persen rata-rata deviasi dari jumlah yang diketahui.
Dari hasil perhitungan, dengan metode titrasi visual didapat kadar TMH yaitu 5,05 mg, 10,17 mg, dan 15,25 mg pada intra-hari dan 5,06 mg, 9,90 mg, dan 14,89 mg pada antar-hari. Dan dengan metode titrasi potensiometri diperoleh kadar TMH yaitu 5,08 mg, 10,10 mg, dan 15,11 mg pada intra-hari dan 4,96 mg, 10,05 mg, dan 15,10 mg pada antar-hari. Dimana kadar TMH secara teoritis adalah 5 mg, 10 mg, dan 15 mg. Hasil uji ini menunjukkan bahwa tidak ada gangguan dari bahan tambahan dan pengencer yang ditambahkan ke dalam bentuk sediaan.

Read more »