29 June 2012

PERBANYAKAN BEBERAPA SPECIES ANGGREK HUTAN LANGKA SUMATERA UTARA MELALUI KULTUR IN VITRO


REVIEW
Perbanyakan melalui kultur in-vitro diharapkan dapat memperbanyak tanaman anggrek dalam jumlah besar, homogen dan bermutu, sehingga masyarakat dapat menikmati nilai estetika yang tinggi dari masing-masing anggrek hutan Sumatera Utara. Oleh karena itu, penelitian “Perbanyakan Beberapa Species Anggrek Hutan Langka Sumatera Utara Melalui Kultur In Vitro” dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh formulasi media dan kaedah yang sesuai untuk menginduksi pertumbuhan dan perkembangan beberapa anggrek hutan langka
Sumatera Utara yang berkualitas baik, seragam setiap species, pertumbuhannya cepat dan diperoleh dalam jumlah yang besar dan sekaligus sebagai alternatif pemecahan mengatasi kepunahan spesies anggrek hutan.
Bahan eksplan (Anggrek) yang dikoleksi dari hutan Taman Wisata Alam Sibolangit (TWA), Cagar Alam (CA) Sibolangit, dan Tangkahan (Bahorok). Alat yang digunakan dalam penelitian antara lain becker glass, cawan petri, autoklaf, laminar air flow cabinet, timbangan analitik, magnetic stirer dan lain-lain. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 10 eksplan (unit) per ulangan. Parameter yang diamati adalah persentase eksplan membentuk protokorm, jumlah tunas, panjang tunas. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini adalah modifikasi media padat Murashige and Skoog (MS) (M1 = 1/3 konsentrasi dari NH4NO3 (Amonium nitrat) dan KNO3 (Potassium nitrat); M2 = 2/3 konsentrasi dari NH4NO3 dan KNO3; M3 = 3/3 konsentrasi dari NH4NO3 dan KNO3; M4 = 4/3 konsentrasi dari NH4NO3 dan KNO3 dikombinasikan dengan pemberian BAP (6-Benzylaminopurine) dengan tingkat konsentrasi yang berbeda (B0 = 0,0 mg/l; B1 = 0,5 mg/l; B2 = 1,0 mg/l; B3 = 2,0 mg/l).
Penyiapan dan sterilisasi eksplan dilakukan dengan mengambil eksplan dari sel meristem (daerah pada ujung tanaman kira-kira sebesar 0,1-0,5 mM) dan tunas aksil (tunas samping, yang terdapat pada ketiak daun) dengan panjang 10 cm atau kurang dengan pisau steril. Selanjutnya eksplan dicuci dengan air mengalir selama 30 menit. Tunas yang telah dibuang daunnya dicelupkan dalam alcohol 70% dan dimasukkan dalam gelas piala steril yang berisi larutan Clorox 30% (satu bagian Clorox dan empat bagian aquadest), selama 5-7 menit kemudian dibilas dengan aquadest. Setelah dibilas, eksplan dimasukkan lagi dalam larutan Clorox lain dengan konsentrasi 10%. Rendam eksplan dalam larutan ini selama lima menit, bilas tiga kali dalam aquadest steril sambil dikocok. Untuk mengambil eksplan dari larutan pencuci, gunakan pinset steril. Pada induksi tunas, eksplan yang telah disterilkan diletakkan dalam petridish steril berdiameter 12 cm. Eksplan kemudian diiris-iris antara dua buku dengan menggunakan pisau steril. Mata tunas aksil terdapat pada buku dengan posisi selang seling. Tiap bagian diambil dengan pinset steril dan dimasukkan secara hati-hati kedalam media. Pada induksi akar planlet terbaik yang dihasilkan dari induksi tunas, kemudian diperbanyak (subkultur) pada media dengan kombinasi perlakuan yang terbaik pada eksperimen induksi tunas. Setelah tiga minggu eksplan diambil untuk dilakukan pengakaran ke dalam media ½ MS (½ konsentrasi hara makro) dengan mengurangkan kadar sukrosa menjadi 10 gram per liter media dengan pemberian IBA (3-Indolebutyric Acid) 0,5 mg/l. Parameter yang diamati adalah persentase tunas membentuk akar, jumlah akar, panjang akar. Waktu yang diperlukan untuk induksi akar yaitu 21 hari.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Kombinasi modifikasi media kultur yang mengandung 1/3 konsentrasi NH4NO3 dan KNO3 dengan 1 mg/l BAP adalah merupakan kombinasi terbaik untuk kaedah regenerasi tunas anggrek liar Sumatera Utara. Kaedah regenerasi pokok anggrek yang telah dilaksanakan merupakan kaedah yang potential untuk menghasilkan mutu bibit tanaman dan juga potensial untuk pelaksanaan transformasi genetik anggrek. 

SUMBER : PERBANYAKAN BEBERAPA SPECIES ANGGREK HUTAN LANGKA SUMATERA UTARA MELALUI KULTUR IN VITRO Yusnidar Tanjung, Bambang Anggono Iriawan, Rino PS Agronomi, Fakultas Pertanian, Univ Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan

0 comments:

Post a Comment