8 September 2011

LAPORAN PRAkTIKUM MIKROBIOLOGI LAUT “STERILISASI, PEMBUATAN MEDIA, ISOLASI, DAN PENANAMAN MIKROBA”

BAB I
MATERI DAN METODE
1.1.        Alat dan Bahan
1.1.1.   Alat
o   Tabung reaksi
o   Cawan petri
o   Enlenmeyer
o   Bunsen
o   Mikropipet
o   Kapas
o   Jarum ose
o   Spider

1.1.2.   Bahan
o   Air laut murni
o   Media Na
o   Bakteri laut
o   Al kohol


1.2.        Langkah kerja
1.2.1.   Pengenceran
-       Nyalakan Bunsen, agar lingkungan di sekitar alat dan bagan steril.
-       Sterilkan tangan dengan meyemprotkan alcohol
-       Ambil bakteri laut yang sudah disiapkan dengan menggunakan mikropipet, sambil didekatkan ke Bunsen.
-       Masukan bakteri yang sudah diambil kedalam tabung reaksi yang telah diisi dengan air laut murni,
-       Tutup semua tabung reaksi dengan menggunakan kapas.
-       Beri label pada setiap tabung reaksi (10-1 10-2 10-3 10-4 10-5 10-6  )


1.2.2.   Pembuatan media
-       Siapkan cawan petri yang telah disterilkan
-       Buka kapas penutup pada enlenmeyer sambil didekatkan ke buncen
-       Cawan petri didekatkan ke buncen.
-       Tuangkan sampai rata media Na di dalam enlenmeyer kedalam cawan petri dengan hati hati.
-       Tutup kemali enlenmeyer dengan kapas
-       Tutup cawan petri kemudian dekatkan kembali dengan buncen agar steril.
-       Lakukan yang sama pada pembuatan media yang lainnya.
-       Biarkan beberapa saat sampai media berubah menjadi padatan

1.2.3.   Isolasi dan penanaman mikroba
a.    Menggunakan metode streak :
-       Dekatkan yang sudah disediakan didalam cawan petri dengan buncen
-       Ambil jarum ose yang telah disterilkan menggunakan al kohol
-       Buka tutup cawan petri.
-       Ambil dengan cara menggoreskan jarun ose terhadap bakteri yang memiliki cirri putih dengan hati-hati
-       Ambil media Na yang terdapat pada cawan petri
-       Dekatkan media terhadap buncen
-       Letakan bakteri yang telah diambil dengan cara zig zag ke dalam media
-       Tutup cawan petri kemudian dekatkan dengan buncen.
-       Kasih label pada tiap bakteri yang telah diletakkan..
-       Ulangi kembali sampai bagian media yang telah dipisahkan terpenuhi.
-       Tiap area media yang telah dikasih bakteri diberi tanda label.







b.    Menggunakan metode sprit
-       Ambil bakteri laut yang telah diencerkan didalam dalam tabung reaksi.
-       Dekatkan tabung reaksi terhadap buncen
-       Ambil dengan hati-hati sempel bakteri tersebut dengan menggunakan mikropipet.
-       Tutup kembali tabung reaksi dengan kapas.
-       Siapkan media, dekatkan dengan buncen.
-       Masukan bakteri yang telah diambil kedalam media dengan menekan panel pada mikropipet.
-       Tutup cawan petri, kemudian dekatkan kembali dengan buncen agar media steril.
-       Lalukan yang sama pada sempel bakteri yang lain.
-       Setelah semua sempel bakteri terisolasi bukus cawan petri dengan menggunakan plastic weaning.
-       Simpan beberapa hari.













BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1. Hasil
2.1.1. Sterilisasi
            Didapat alat dan bahan serta lingkungan yang mendukung untuk pelaksanaan praktikum.
2.1.2. Pembuatan media
Media Na yang terdapat didalan cawan petri menjadi padat dan digunakan sebagai tempat isolasi dan penanaman bakteri laut.
2.1.2. Isolasi dan Penanaman Mikroba
            Di dapat sejumlah sempel isolasi dan penanaman mikroba yang telah dimasukan kedalam media cawan petir. Kemudian ditutup rapat dengan menggunakan plastic weaning.

2.2. Pembahasan
2.2.1. sterilisasi
Bahan utama yang digunakan para paktikum kali ini adalah bakteri laut. Sehingga dalam pelaksanaan praktikum semua alat, baha, serta lingkungan benar-benar bersih/terhindar dari mahluk hidup lainnya yang akan mengganggu pelaksanaan serta hasil dari praktikum. Untuk itu metode yang digunakan adalah dengan metode Sterilisasi,  diantara metode Sterilisasi yang kami lakukan pada praktikum kali ini diantaranya :
- dengan menyemprotkan Al kohol terhadap tangan dan lingkungan sekitar.
- dengan menggunakan buncen  setiap kali memindahkan/mengambil bahan.
- menutup tabung reaksi dan enlenmeyer dengan menggunakan kapas.
- menggunakan otoklap untuk menseterilkan alat yang digunakan.



2.2.2. Pengenceran
Terdapat satu tabung reaksi yang merupakan sempel bakteri laut yang telah disimpan. Kemudian disiapkan tabung raksi sebanyak 5 buah yang telah diisi dengan air laut murni, kemudian setiap tabung reaksi diberi label (10-1 10-2 10-3 10-4 10-5). Sempel bakteri diambil dengan menggunakan mikropipet yang telah diatur volumenya (20ml) kemudian dimasukan ke dalam tabung reaksi yang telahdisis dengan air laut murni. Pengenceran ini dalakukan untuk mendapatkan organisme (bakteri laut) sebagai bahan penelitian  yang siap untuk ditelisi (pengisolasian dan penanaman).
2.2.3. Pembuatan Media
            Pada penanaman bakteri, hasil yang didapatkan akan berbeda antara teknik spread dan pour plate, pada teknik spread karena yang diletakkan terlebih dahulu adalah media baru kemudian bakteri, maka bakteri hanya akan hidup pada permukaan medianya saja karena bakteri tidak dapat masuk kedalam media.
Sedangkan peda teknik pour plate, karena yang dimasukkan terlebih dahulu adalah bakteri baru kemudian media dan kemudian digoyang-goyang membentuk angka 8, maka bakteri dapat hidup dibawah dan didalam media.
Hal ini berakibat berbedanya cara pengambilan sample bakteri, pada teknik spread, bakteri cukup dengan digores saja karena berada pada bagian atas media. Sedangkan hasil dari pour plate harus dicungkil untuk mendapatkan hasil atau sampel bakterinya.




BAB V
KESIMPULAN

            Dari hasil praktikum, didapatkan kesimpulan
1.    Sterilisasi sangat diperlukan untuk menghindarai gangguan dari mikroba lain yang tidak dibutuhkan dalam praktikum.
2.    Teknik isolasi penting dilakukan agar sample yang didapat benar-benar murni dan tidak tercampur oleh mikrobia lain.
3.    Teknik isolasi dan penanaman mikroba dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu streak  dan spread





0 comments:

Post a Comment