17 January 2012

TUGAS SOSIOLOGI STRUKTUR SOSIAL DALAM FENOMENA KEHIDUPAN think smart


Bentuk-bentuk Struktur Sosial
  a. bentuk-bentuk struktur sosial dalam masyarakat dilihat dari berbagai sudut, antara lain sebagai      
      berikut: 
1.     Berdasarkan Sifat
Dilihat dari sifatnya, bentuk-bentuk struktur sosial yaitu sebagai berikut: 
a.        Struktur Sosial Kaku
Struktur sosial kaku merupakan suatu bentuk struktur sosial yang tidak dapat diubah dan  masyarakat akan menghadapi kesulitan besar apabila melakukan perpindahan status atau kedudukannya. Misalnya masyarakat yang menganut sistem kasta, status seseorang sudah ditentukan sejak lahir.
b.      Struktur Sosial Luwes
Dalam struktur sosial luwes ini setiap anggota masyarakat bebas bergerak melakukan perubahan. Misalnya terdapat pada masyarakat dengan stratifikasi terbuka. Dengan kata lain, bentuk struktur sosial luwes berkebalikan dari struktur sosial kaku.
c.       Struktur Sosial Formal
Struktur sosial formal merupakan suatu bentuk struktur sosial yang diakui oleh pihak yang berwenang. Misalnya lembaga pemerintahan tingkat kabupaten yang terdiri dari bupti, wakil bupati, sekwilda, dan lain-lain. 
d.      Struktur Sosial Informal
Struktur sosial informal adalah struktur sosial yang nyata ada dan berfungsi, tetapi  tidak mempunyai ketetapan hukum dan tidak diakui oleh pihak yang berwenang. Misalnya dalam suatu masyarakat terdapat tokoh yang memiliki wibawa dan kharisma, dipatuhi dan disegani oleh anggota masyarakatnya, tetapi mereka tidak berada dalam struktur yang formal. Dalam hal ini struktur sosial ini merupakan kebalikan dari struktur sosial formal.     
2.     Berdasarkan Identitas Keanggotaan Masyarakat
               Bentuk-bentuk struktur sosial berdasarkan identitas keanggotaan masyarakat yaitu sebagai
berikut.
a.       Struktur Sosial Homogen
Struktur sosial homogen merupakan struktur sosial yang mempunyai latar belakang kesamaan identitas dari setiap anggota masyarakatnya, antara lain kesamaan agama, ras, maupun suku bangsa. Masyarakat dengan struktur sosial yang homogeny berkecenderungan untuk tidak menginginkan perubahan-perubahan.  
b.      Struktur Sosial Heterogen
Struktur sosial heterogen merupakan struktur sosial  yang ditandai oleh adanya keragaman identitas anggota masyarakatnya. Masyarakat dengan struktur sosial heterogen mempunyai latar belakang suku, agama, ataupun ras yang berbeda.  
3.     Berdasarkan Ketidaksamaan Sosial
Ditinjau dari ketidaksamaan sosial, bentuk struktur sosial dikelompokkan secara horizontal dan vertikal. Ketidaksamaan sosial horizontal : perbedaan antarindividu atau kelompok dalam masyarakat yang tidak menunjukkan adanya tingkatan yang lebih tinggi atau lebih rendah. Ketidaksamaan horizontal disebut juga diferensiasi sosial. Contohnya perbedaan jenis kelamin, ras, dan agama.

Ketidaksamaan sosial vertikal : Perbedaan antar individu atau kelompok dalam masyarakat yang menunjukkan adanya tingkatan lebih rendah atau lebih tinggi. Ketidaksamaan sosial vertical disebut juga stratifikasi sosial. Contohnya perbedaan kekayaan, pendidikan, keturunan dan kekuasaan.   Pengelompokan manusia berdasarkan ciri fisik meliputi jenis kelamin, warna kulit, rambut, bentuk dan tinggi badan, dan lain-lain. Sedangkan pengelompokan manusia berdasarkan ciri nonfisik atau ciri sosial budaya  meliputi kecerdasan, keterampilan, minat, bakat, dan motivasi.      
                       Faktor-faktor yang membentuk ketidaksamaan sosial antara lain sebagai berikut.  
a.       Keadaan geografis. . Geografis yang dapat menghasilkan perbedaan mata pencaharaian.
b.      Etnis.
c.       Potensi/kemampuan diri. Kemampuan atau potensi diri yang dapat menghasilkan perbedaan atas dasar profesi, kekayaan, hobi, dan sebagainya.
d.      Latar belakang sosial yang dapat menghasilkan perbedaan tingkat pendidikan, peranan, prestise, dan kekuasaan.
e.      Ciri fisik yang dapat menghasilkan perbedaan atas dasar jenis kelamin, warna kulit, maupun ukuran tubuh.
              f.     Budaya yang dapat menghasilkan perbedaan atas dasar sistem kepercayaan atau agama,  
                        ideologi, sistem nilai, norma, dan kekerabatan.
b. Bentuk-bentuk struktur sosial menurut para ahli adalah sebagai berikut.
     1)   Peter M. Blau
               Bentuk struktur sosial menurut Peter M. Blau dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut.
a)      Intersected
               Suatu struktur sosial dikatakan intersected apabila keanggotaan  dalam kelompok-kelompok     
               sosial yang ada bersifat menyilang (interseksi), artinya bahwa keanggotaan dalam kelompok                 
               sosial tersebut memiliki latar belakang ras, suku bangsa, ataupun agama yang berbeda.
               Misalnya, masyarakat indonesia  merupakan masyarakat yang terdiri dari macam-macam   
budaya, suku bangsa, dan agama yang berbeda-beda .   
b)      Consolidated
               Suatu struktur sosial dikatakan consolidated apabila terjadi tumpang tindih parameter (tolak      
               ukur) dan mengakibatkan penguatan identitas keanggotaan dalam sebuah kelompok sosial.  
               Pada proses tersebut, kelompok sosial berkembang menjadi wadah bagi individu-individu yang  
               memiliki latar belakang ras, suku, kebiasaan, dan kepercayaan yang sama.  
 
     2)    Nasikun
              Nasikun berpendapat bahwa dalam konteks Indonesia, struktur sosial dapat dilihat secara  
              horizontal dan vertical. Struktur sosial horizontal ditandai dengan adanya kesatuan sosial  
              berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama,dan adat. Sedangkan struktur sosial  vertikal
              ditandai dengan adanya kesatuan sosial  berdasarkan perbedaan lapisan-lapisan sosial. Struktur
              sosial horizontal disebut sebagai diferensasi sosial, sedangkan struktur sosial vertikal disebut
              juga stratifikasi sosial.     







Thursday




0 comments:

Post a Comment